Ancaman Trump Buat Kemilau Emas Dunia Melonjak

   •    Kamis, 12 Apr 2018 07:46 WIB
harga emaskomoditas
Ancaman Trump Buat Kemilau Emas Dunia Melonjak
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)

Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik tajam pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Hal itu terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam kemungkinan serangan rudal AS terhadap Suriah.

Mengutip Antara, Kamis, 12 April 2018, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni naik sebanyak USD14,10 atau 1,05 persen, menjadi menetap di USD1.360,00 per ons.

Trump telah membatalkan perjalanan ke Amerika Selatan yang direncanakan sebelumnya pada Jumat untuk tetap berada di Washington, mengawasi situasi di Suriah, menyusul serangan kimia yang menewaskan puluhan orang.

Panglima Komandan AS kemudian mengancam secara terbuka untuk meluncurkan serangan rudal ke Suriah dan memperingatkan terhadap Rusia. Pemerintah Suriah telah membantah terlibat dalam dugaan serangan kimia dan mengundang Organisasi Pelarangan Senjata Kimia untuk menyelidiki insiden tersebut.



Meningkatnya ketegangan seputar Suriah telah mendorong permintaan terhadap aset-aset safe-haven dan mengirim harga emas lebih tinggi untuk sesi keempat berturut-turut. Ada harapan agar Presiden AS Donald Trump tidak mengambil keputusan untuk meluncurkan rudal ke Suriah.

Namun, emas berjangka bergerak lebih rendah dalam perdagangan elektronik, setelah Federal Reserve AS merilis risalah pertemuan kebijakan Maret, yang memperkuat pandangan bahwa kenaikan suku bunga lebih banyak sedang dalam perjalanan tahun ini.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik sebanyak 17,2 sen AS atau 1,04 persen, menjadi menetap di USD16,768 per ons. Platinum untuk penyerahan Juli naik sebanyak USD1,2 atau 0,13 persen, menjadi ditutup pada USD934,30 per ons.

 


(ABD)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

1 day Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA