Pejabat AS dan Uni Eropa Bertemu Bahas Sengketa Perdagangan

   •    Selasa, 11 Sep 2018 17:06 WIB
ekonomi amerikaekonomi eropaeropauni eropa
Pejabat AS dan Uni Eropa Bertemu Bahas Sengketa Perdagangan
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Brussels: Pejabat tinggi dari Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa bertemu di Brussels dalam upaya untuk menghilangkan perbedaan dalam pembicaraan perdagangan. Hal tersebut dianggap penting dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi dan mendukung pemulihan ekonomi global yang sedang terjadi sekarang ini.

Presiden AS Donald Trump dan kepala Komisi Eropa Jean-Claude Juncker pada Juli silam berjanji untuk menunda tarif tit-to-tat lebih lanjut. Kedua belah pihak secara bersama-sama menyetujui kesepakatan itu sebagai terobosan besar, tetapi pernyataan berikutnya menjelaskan bahwa kesalahpahaman terus berlangsung, terutama mengenai pertanian.

Di bawah tekanan dari Prancis, Eropa dengan tegas menolak barang-barang pertanian dimasukkan dalam negosiasi perdagangan dan pejabat perdagangan utama Eropa Cecilia Malmstrom akan berusaha untuk membereskan masalah ini dengan mitra AS Robert Lighthizer. Kondisi tersebut lantaran bisa memberikan efek terhadap pertumbuhan sektor pertanian.

"Idenya adalah bahwa komisi dan Amerika Serikat menyetujui dokumen kerangka kerja dan mungkin pada akhir tahun ini. Trump dan Juncker memiliki perjanjian, tetapi dalam kenyataannya kami tidak sepenuhnya setuju dengan ruang lingkup diskusi," kata seorang sumber Eropa kepada AFP, seperti dikutip dari AFP, Selasa, 11 September 2018.

Para pejabat telah menetapkan harapan yang sangat rendah untuk pertemuan tersebut. Apalagi, Trump pada pekan lalu kembali mengganggu Uni Eropa dan meningkatkan momok mengenakan tarif pada industri otomotif Eropa, menjelang pemilu jangka di AS. Tarif akan dilihat sebagai pukulan yang menghancurkan.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak tawaran dari Uni Eropa untuk menghapus tarif atas mobil jika AS melakukan hal yang sama. Meski demikian, sejumlah pihak mendesak agar Amerika Serikat segera mencabut kebijakan pengenaan tarif yang tinggi karena menggangu aktivitas perdagangan dunia.

"Uni Eropa bersedia menurunkan tarif mobil Uni Eropa ke nol persen atau semua tarif menjadi nol persen jika AS melakukan hal yang sama," ungkap Komisaris Perdagangan Uni Eropa Cecilia Malmstrom kepada Komite Perdagangan Parlemen Eropa.

Akan tetapi, Trump menilai, tawaran tersebut tidak cukup baik karena konsumen Eropa memiliki kebiasaan membeli mobil buatan Eropa dan bukan membeli mobil buatan Amerika Serikat. Saat ini, AS menetapkan tarif 25 persen untuk truk ringan dan pikap serta 2,5 persen untuk mobil yang lebih kecil.

Sedangkan Uni Eropa memberlakukan tarif 10 persen untuk semua kendaraan penumpang. Bulan lalu, saham otomotif Eropa melonjak setelah Trump bertemu dengan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker, dan kedua pemimpin sepakat untuk bekerja sama menuju penghapusan tarif atas barang-barang industri non-otomotif.

 


(ABD)