Indeks FTSE-100 Inggris Ditutup Turun 0,08%

   •    Rabu, 12 Sep 2018 09:45 WIB
bursa sahambrexitekonomi inggris
Indeks FTSE-100 Inggris Ditutup Turun 0,08%
Ilustrasi (AFP PHOTO/Tolga AKMEN)

London: Saham-saham Inggris ditutup sedikit lebih rendah pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London turun tipis sebanyak 0,08 persen atau 5,76 poin menjadi 7.273,54 poin.

Mengutip Antara, Rabu, 12 September 2018, Ashtead Group, perusahaan penyewaan peralatan internasional, melonjak 5,18 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar di antara saham-saham unggulan. Disusul oleh saham Shire dan Right yang masing-masing meningkat 1,82 persen dan 1,52 persen.

Di sisi lain, Imperial Brands, perusahaan tembakau multinasional Inggris, mengalami kerugian paling besar di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 3,34 persen. Diikuti oleh saham British American Tobacco, perusahaan tembakau multinasional Inggris lainnya, yang meroost 2,71 persen, serta Fresnillo, perusahaan tambang logam mulia, turun 2,26 persen.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 113,99 poin atau 0,44 persen, menjadi berakhir di 25.971,06 poin. Indeks S&P 500 naik 10,76 poin atau 0,37 persen, menjadi ditutup di 2.887,89 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 48,31 poin atau 0,61 persen, menjadi berakhir di 7.995,47 poin.

Saham Apple bersama dengan Microsoft termasuk di antara para pemenang di Dow. Saham kedua perusahaan tersebut masing-masing naik 2,53 persen dan 1,70 persen pada penutupan. Apple melonjak, sehari menjelang peluncuran iPhone model terbaru. Saham yang sensitif isu perdagangan Boeing, juga berhasil pulih dari kerugian awal dan ditutup naik 0,99 persen.

Sektor teknologi naik lebih dari 0,8 persen. Saham-saham berteknologi tinggi termasuk Netflix, Amazon dan Twitter semuanya menguat, mendukung pasar. Para pelaku pasar di Wall Street juga mencerna beberapa data ekonomi positif.

Indeks Optimisme Usaha Kecil AS naik menjadi 108,8 pada Agustus dari angka Juli di 107,9, melampaui rekor tertinggi 108 yang tercapai pada Juli 1983, menurut Federasi Nasional Bisnis Independen (The National Federation of Independent Business/NFIB).


(ABD)