IMF: Kebijakan Moneter Tepat Dukung Pemulihan Ekonomi

   •    Kamis, 12 Oct 2017 09:45 WIB
imfekonomi dunia
IMF: Kebijakan Moneter Tepat Dukung Pemulihan Ekonomi
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Washington: Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menyatakan kebijakan moneter yang tepat bisa menjaga stabilitas sistem keuangan global dan mendukung permulihan ekonomi secara keseluruhan.

"Pembuat kebijakan harus menyediakan kebijakan moneter yang layak untuk mendukung pemulihan dan mengatasi persoalan ketidakpastian di sektor keuangan," kata Financial Counsellor IMF Tobias Adrian saat menyampaikan publikasi Global Financial Stability Report (GFSR) terbaru di Washington DC, AS, seperti dikutip dari Antara, Kamis 12 Oktober 2017.

Adrian mengatakan kebijakan moneter yang bisa dilakukan antara lain memastikan adanya kebijakan normalisasi moneter yang lebih lembut melalui komunikasi yang mudah dipahami pelaku pasar agar tidak terjadi guncangan.

"Regulator juga perlu menghasilkan kebijakan makroprudensial untuk mengantisipasi risiko yang bisa mengganggu stabilitas," ujarnya.

Selain itu, kata Adrian, bank-bank besar juga perlu meningkatkan fokus terhadap model bisnis agar dapat lebih mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan global. IMF memproyeksikan sekitar sepertiga bank-bank global, dengan jumlah aset mencapai USD17 trilliun, akan kesulitan dalam menjaga profitabilitas.

"Secara berkelanjutan untuk memastikan adanya ketahanan," katanya.

Adrian mengatakan negara berkembang juga perlu untuk melanjutkan pembiayaan guna mengatasi ketidakpastian dengan menurunkan utang sektor swasta dan mendorong pengelolaan utang luar negeri.

"Pemangku kebijakan di Tiongkok juga perlu mengatasi ketidakpastian dan memastikan adanya reformasi agar ekonomi tidak terlalu bergantung dari pertumbuhan kredit yang sangat cepat," ungkap Adrian.

Lebih lanjut, Adrian memastikan, meski saat ini sistem keuangan global masih dalam keadaan kuat, namun berbagai kebijakan itu dapat dilakukan agar tidak terlalu rentan terhadap adanya gejolak. Sekarang ini terdapat lima risiko yang membuat sistem keuangan global menjadi rentan.

"Yaitu kondisi pasar yang masih berisiko, tingkat utang yang meningkat di antara negara G20 dan rasio pinjaman yang naik di negara berkembang dan negara dengan berpendapatan kecil," tuturnya.

Kemudian, skala ekspansi dari pertumbuhan kredit di Tiongkok yang terlalu cepat serta tekanan eksternal lainnya seperti risiko geopolitik dan kemungkinan proyeksi ekonomi global yang mengalami penurunan.


(ABD)