Indeks Acuan Inggris Ditutup Cenderung Datar

   •    Selasa, 21 Mar 2017 09:02 WIB
bursa efekbursa saham
Indeks Acuan Inggris Ditutup Cenderung Datar
Bursa saham Inggris, FTSE 100. (uk.reuters.com)

Metrotvnews.com, London: Saham-saham Inggris ditutup relatif datar pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di London, mengalami kenaikan sebanyak 0,07 persen atau 4,85 poin menjadi 7.429,81 poin.

Mengutip Antara, Selasa 21 Maret 2017, perusahaan ekuitas dan modal ventura multinasional 3i Group menguat 1,8 persen, menenmapti posisi teratas daftar peraih keuntungan terbesar dari saham-saham unggulan atau blue chips. Diikuti oleh saham jaringan supermarket terkemuka Inggris yang bertambah 1,71 persen, dan Direct Line Insurance Group menguat 1,7 persen.

Di sisi lain, Royal Bank of Scotland jatuh 1,64 persen dan menjadi pencetak kerugian terbesar atas saham-saham unggulan. Diikuti oleh saham Hikma Pharmaceuticals yang kehilangan 1,57 persen, dan perusahaan kemasan Smurfit Kappa turun 1,25 persen.

Sementara itu, saham-saham Jerman berakhir sedikit lebih rendah pada Senin waktu setempat, dengan indeks acaun DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt, mengalami penurunan sebanyak 42,34 poin atau 0,35 persen menjadi 12.052,90 poin.

Deutsche Bank menderita kerugian paling besar di antara saham-saham unggulan dengan anjlok 3,72 persen. Diikuti oleh saham Commerzbank jatuh 2,27 persen, dan maskapai penerbangan pembawa bendera Jerman Lufthansa kehilangan 1,57 persen.

Perusahaan energi E.ON, perusahaan perawatan kesehatan Fresenius dan operator bursa Deutsche Boerse menjadi tiga saham peraih keuntungan terbesar, yang masing-masing naik sebesar 0,95 persen, 0,76 persen dan 0,55 persen, Deutsche Bank merupakan saham yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar 822,11 juta euro (USD883,93 juta).


(ABD)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

3 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA