Fed Kembali Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 06 Oct 2018 17:02 WIB
the fed
Fed Kembali Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga
Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell (Xinhua/Yang Chenglin)

New York: Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral tidak lagi membutuhkan kebijakan guna menarik ekonomi Amerika Serikat (AS) keluar dari krisis keuangan. Pasalnya dengan perekonomian AS yang terus membaik sekarang ini maka penetapan suku bunga yang rendah sudah tidak dibutuhkan lagi.

"Suku bunga rendah benar-benar sangat akomodatif ketika ekonomi cukup lemah, tapi kami tidak membutuhkannya lagi. Mereka (suku bunga acuan rendah) tidak sesuai lagi (dengan kondisi perekonomian AS sekarang ini)," kata Powell, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 6 Oktober 2018.

"Suku bunga acuan masih akomodatif, tapi kami secara bertahap akan pindah ke tempat di mana mereka (suku bunga acuan) akan netral. Kita bisa melewati netral. Tapi kita jauh dari netral pada titik ini, mungkin," tambah Powell.

Pertanyaan tentang tingkat netral sangat penting untuk kebijakan the Fed. Pejabat telah berdebat selama bertahun-tahun di mana tingkat tersebut menggunakan konsensus Fed mendekati tiga persen. Kisaran saat ini untuk suku bunga acuan bank sentral adalah 2-2,25 persen, dengan rencana adanya kenaikan kembali.



Selama wawancara, euro turun ke level terendah sejak 21 Agustus karena investor melihat pernyataan Powell sebagai penegasan kenaikan suku bunga. Sedangkan perang dagang yang tengah terjadi belum berdampak signifikan pada data-data AS meski the Fed telah mendengar banyak dari kontak bisnisnya yang khawatir tentang beberapa masalah.

Tidak ditampik, meningkatnya biaya, terganggunya rantai pasokan, dan hilangnya potensi pasar adalah beberapa kekhawatiran yang muncul dari perang dagang. Namun, Powell mengatakan, hasil akhirnya bisa positif untuk Amerika Serikat dan ekonomi lainnya di seluruh dunia.

"Jika kita berakhir dengan tarif yang lebih rendah secara umum dan orang-orang mematuhi aturan perdagangan global maka itu akan baik bagi kita dan itu akan baik juga untuk negara lain juga. Jika secara tidak sengaja kita malah berakhir di proteksionisme maka itu berdampak buruk bagi pekerja AS dan ekonomi AS, serta mungkin untuk negara lain juga," pungkasnya.

 


(ABD)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA