ECB Bersiap Kurangi Stimulus Moneter, Dolar AS Tertekan

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 13 Jan 2018 09:46 WIB
dolar as
ECB Bersiap Kurangi Stimulus Moneter, Dolar AS Tertekan
Ilustrasi. (FOTO: MI/RAMDANI)

New York: Dolar AS turun terhadap mata uang utama lainnya karena para investor berspekulasi pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) sedang mempersiapkan untuk mengurangi program stimulus moneter mereka yang luas.

Risalah dari pertemuan Desember ECB menunjukkan bahwa bank sentral dapat beralih dari upaya kebijakan moneter ultra-longgar tahun ini, menurut Market Watch.

Melansir Xinhua, Sabtu, 13 Januari 2018, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,94 persen pada 90,989 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,2182 dolar dari 1,2038 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3734 dolar dari 1,3534 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7912 dolar dari 0,7893 dolar.

Dolar AS membeli 111,05 yen Jepang, lebih rendah dari 111,11 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9686 franc Swiss dari 0,9761 franc Swiss, dan bergerak turun menjadi 1,2486 dolar Kanada dari 1,2527 dolar Kanada.

Peninjauan kembali bisa terjadi jika ekonomi zona euro terus berkembang dan jika inflasi terus meningkat menuju target bank sekitar dua persen, kata notulen tersebut. Analis mengatakan bahwa angka ECB terbaru sedikit di sisi hawkish dan memberikan beberapa dukungan kepada euro.

Di sisi ekonomi, Indeks Harga Konsumen untuk semua konsumen perkotaan meningkat 0,1 persen pada bulan Desember secara musiman, dengan perkiraan pasar, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat.

Sementara itu, perkiraan sebelumnya penjualan ritel dan layanan makanan AS untuk Desember 2017 mencapai USD495,4 miliar, meningkat 0,4 persen dari bulan sebelumnya, kehilangan konsensus pasar sebesar 0,5 persen, Departemen Perdagangan mengumumkan pada Jumat.

"Penjualan ritel Desember naik 0,4 persen, sepersepuluh dari yang diperkirakan, tapi ini adalah laporan yang lebih kuat dari perkiraan berkat revisi naik yang murah hati. Tidak termasuk otomotif dan gas, penjualan ritel mencatat kenaikan kuartalan terbesar dalam 12 tahun," kata Chris Low, kepala ekonom FTN Financial, dalam sebuah catatan.


(AHL)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA