Kenaikan Harga Kedelai dan Minyak Berpeluang Topang Penguatan CPO

   •    Senin, 09 Oct 2017 11:31 WIB
komoditasekonomi dunia
Kenaikan Harga Kedelai dan Minyak Berpeluang Topang Penguatan CPO
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)

Metrotvnews.com, Jakarta: Harga CPO berpeluang kembali naik pada Senin, setelah dibuka lebih tinggi di level 2.744 ringgit per ton di tengah sentimen kenaikan harga minyak mentah dan harga kedelai. Namun, kenaikan harga CPO berpotensi terbatas jika mata uang ringgit menguat.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bergerak lebih tinggi pada awal perdagangan Senin ke level USD49,50, hentikan penurunan sebesar dua persen dari Jumat karena adanya ekspektasi bahwa Arab Saudi akan melanjutkan langkah untuk membatasi output dalam upaya mendukung kenaikan harga.

"Dan selain itu yang menjadi pemicu kenaikan harga minyak WTI adalah jumlah pengeboran rig untuk minyak baru di Amerika Serikat turun," sebut Departemen Riset Monex Investindo Futures, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin 9 Oktober 2017.

Harga kontrak minyak kedelai AS pada hari ini naik untuk empat sesi beruntun karena adanya kekhawatiran terhadap cuaca kering di Amerika Selatan yang memicu harga minyak kedelai ke level tertinggi dua pekan.

Sementara itu dari pergerakan ringgit, terpantau pukul 10.21 WIB menguat sekitar 0,14 persen di level 4,2300. Ringgit yang menguat akan membuat harga CPO menjadi lebih mahal untuk para pemilik mata uang lainnya.

Untuk sisi teknikalnya, level resisten terdekat terlihat di area 2.765, menembus ke atas dari zona tersebut dapat memicu kenaikan lebih lanjut menguji ke 2.790. Sementara itu untuk sisi bawahnya, area 2.700 menjadi level support terdekat, break di bawah area tersebut seharusnya akan memicu pelemahan lebih lanjut menargetkan ke area 2.675.

 


(ABD)