Mengenakan Tarif Impor ke Tiongkok

AS Merusak Sistem Perdagangan

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 07 Apr 2018 17:01 WIB
ekonomi amerikaekonomi chinationgkokas-tiongkokPerang dagang
AS Merusak Sistem Perdagangan
Ilustrasi (THOMAS SAMSON/AFP)

Beijing: Para cendekiawan dan pemimpin bisnis dari seluruh dunia telah menyalahkan Amerika Serikat (AS) atas eskalasi ketegangan perdagangan pekan ini antara Washington dan Beijing. Bahkan, apa yang dilakukan Presiden AS Donald Trump bisa memengaruhi aliran perdagangan bilateral senilai USD100 miliar.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 7 April 2018, mereka mengatakan bahwa unilateralisme AS merugikan kerangka perdagangan global multilateral. Di bawah arahan Presiden Donald Trump, kantor Perwakilan Perdagangan AS mengumumkan, daftar produk-produk Tiongkok yang mengancam untuk menampar tarif impor 25 persen.

Daftar ini berisi 1.333 item senilai sekitar USD50 miliar pada 2017, menargetkan terutama sektor hi-tech dan inovasi yang Tiongkok berkomitmen untuk meningkatkan selama beberapa dekade berikutnya di bawah inisiatif Made in Tiongkok 2025.



Beberapa jam setelah Washington mengumumkan hukuman yang diusulkan, Tiongkok segera membalas secara proporsional dengan meluncurkan versi daftar yang terdiri dari 106 item yang melibatkan ekspor utama Amerika ke Tiongkok, seperti kedelai, mobil, pesawat terbang dan bahan kimia.

Beijing mengatakan akan menampar 25 persen impor atas produk-produk itu, juga bernilai USD50 miliar setiap tahun, sebagai pembalasan jika Washington melaksanakan rencananya. Tumbuhnya permusuhan antara dua ekonomi terbesar dunia dipicu oleh AS yang tidak hanya mengabaikan kesabaran Tiongkok tetapi juga menunjukkan ketidaktulusan.

Selain itu, Washington gagal mempertimbangkan kekhawatiran yang dikemukakan oleh komunitas bisnis dan akademisi bahwa perselisihan yang memburuk dapat berujung pada perang dagang yang besar.

Ekonom di lembaga Ifo yang berbasis di Munich, Jerman, Klaus Wohlrabe mengatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini bahwa rencana tarif Trump adalah manifestasi dari unilateralisme yang akan sangat merusak mekanisme multilateral di bawah kerangka Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

"Meski langkah-langkah tarif sepihak mungkin mendapatkan keuntungan jangka pendek bagi ekonomi AS, namun mereka akan memiliki dampak negatif terhadap kesejahteraan ekonomi Amerika Serikat dan negara-negara lain dalam jangka panjang," pungkasnya.

 


(ABD)


Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

7 hours Ago

Perang dagang yang kini tengah berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok secara langs…

BERITA LAINNYA