Kenaikan Suku Bunga AS 2 Kali Berada di Jalur

Angga Bratadharma    •    Selasa, 21 Mar 2017 10:03 WIB
the fed
Kenaikan Suku Bunga AS 2 Kali Berada di Jalur
Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans (REUTERS/Nir Elias)

Metrotvnews.com, Washington: Federal Reserve atau the Fed berada di jalur untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan dua kali di sepanjang 2017 ini setelah dilakukannya kebijakan pengetatan pada minggu lalu. Suku bunga bisa lebih agresif atau tidak lantaran tergantung dari tingkat inflasi dan kebijakan fiskal dari Pemerintahan Trump.

Komentar publik dari Presiden Fed Chicago Charles Evans merupakan yang pertama sejak bank sentral AS mengangkat suku bunga acuan pada minggu lalu, seperti yang diharapkan. Hal ini juga memperkirakan sekitar dua kali lebih banyak suku bunga bergerak pada 2017 dengan mempertimbangkan tingkat pengangguran yang rendah dan beberapa tekanan inflasi.

"Tiga sepenuhnya mungkin (untuk kenaikan suku bunga). Ketika saya mendapatkan kepercayaan diri dalam sebuah prospek maka saya mendukung secara total tiga kali kenaikan suku bunga. Jika inflasi mulai meningkat yang pasti akan memperkuat (harapan kenaikan suku bunga)," kata Evans, seperti dikutip dari Reuters, Selasa 21 Maret 2017.

Ketika ditanya tentang janji Presiden AS Donald Trump untuk meningkatkan perekonomian melalui tingkat pertumbuhan ekonomi di angka empat persen, dari sekitar dua persen dalam beberapa tahun terakhir, Evans mengatakan bahwa empat persen adalah benar-benar angka yang terbilang cukup besar.

"Sementara itu, tingkat pertumbuhan ekonomi bisa dikaitkan pada suatu tahun tertentu," katanya seraya menambahkan bahwa sulit untuk membayangkan ekonomi yang sudah bergerak baik, pasar tenaga kerja sangat kuat, dan sektor-sektor seperti penjualan mobil kesemuanya itu berada di angka yang tinggi dalam waktu yang sama.

Evans, yang merupakan pemilih di komite kebijakan pengaturan Fed tahun ini dan mendukung suku bunga pekan lalu bergerak, juga menerima komentar dari Ketua the Fed Janet Yellen pada Rabu bahwa pihaknya menyarankan bank sentral untuk bisa mencoba mendorong inflasi, sekarang di 1,7 persen menjadi di atas target dua persen.

"Ada ruang untuk inflasi hingga dua persen dan bahkan akan melampaui dua persen sedikit untuk memastikan kami sampai di sana, dan bahwa itu tujuan inflasi simetris, jadi itu oke," kata Evans.


(ABD)