Kuatnya Data Tenaga Kerja Picu Dolar AS Perkasa

   •    Selasa, 05 Feb 2019 08:32 WIB
dolar as
Kuatnya Data Tenaga Kerja Picu Dolar AS Perkasa
Ilustrasi (MI/IMMANUEL ANTONIUS)

New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) terlihat perkasa pada Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu terjadi karena sikap investor memberikan sentimen positif akibat kuatnya data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) dan akhirnya membantu mengangkat USD ke level tertinggi lima minggu, terutama terhadap yen.

Euro bergerak melemah karena investor resah atas risiko ekonomi di zona euro, sementara kekhawatiran tentang rencana Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa menyeret poundsterling lebih rendah. Indeks USD, yang melacak greenback versus euro, yen, pound Inggris dan tiga mata uang lainnya, naik 0,26 persen pada 95,83.

"Dolar memenangkan kontes kecantikan. Ini didukung dalam lanskap hasil yang menurun dengan data tenaga kerja AS yang lebih baik dari perkiraan dan Anda melihat sedikit selera risiko kembali," kata Kepala Strategi Pasar Cambridge Global Payments Karl Schamotta, di Toronto, seperti dikutip dari CNBC, Selasa, 5 Februari 2019.

Sebuah laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan tenaga kerja melonjak menjadi 304.000 pekerjaan pada bulan lalu, melebihi perkiraan dan kenaikan terbesar sejak Februari 2018. Angka aktivitas manufaktur ISM untuk Januari juga lebih baik dari yang diharapkan, menunjukkan adanya kekuatan yang mendasari ekonomi AS.

"Angka penggajian yang kuat pada Jumat lalu membantu mendukung tindakan USD untuk naik karena pertumbuhan AS tetap cukup kuat," kata Kepala Strategi Mata Uang Oanda Dean Popplewell, dalam sebuah catatan.

Sentimen USD telah mengalami putaran balik dalam beberapa hari terakhir dengan data Eropa yang lemah dan meningkatnya stimulus di Tiongkok meningkatkan permintaan untuk greenback, meskipun ada indikasi dari Federal Reserve AS bahwa penaikan suku bunga acuan mungkin sudah berakhir untuk saat ini.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 175,48 poin atau 0,70 persen ke 25.239,37. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 18,34 poin atau 0,68 persen menjadi 2.724,87. Indeks Komposit Nasdaq naik 83,67 poin atau 1,15 persen menjadi 7.347,54.

Sebanyak sembilan dari 11 sektor S&P 500 utama naik, dengan teknologi dan industri masing-masing naik 1,6 persen dan 1,3 persen, memimpin kenaikan. Namun, perawatan dan materi kesehatan mengalami kesulitan dari sisi kinerja sahamnya. Dalam pekan yang berakhir 1 Februari, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq semuanya naik lebih dari satu persen.


(ABD)