Harga Minyak Dunia Turun 3%

   •    Jumat, 12 Oct 2018 08:03 WIB
minyak mentah
Harga Minyak Dunia Turun 3%
Ilustrasi (FOTO: AFP)

New York: Harga minyak merosot ke posisi terendah lebih dari dua minggu pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena pasar ekuitas global jatuh dengan sentimen investor menjadi lebih bearish oleh perkiraan persediaan minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan.

Mengutip Antara, Jumat, 12 Oktober 2018, minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun USD2,83 atau 3,41 persen, menjadi menetap di USD80,26 per barel, setelah mencapai posisi terendah USD79,80, terlemah sejak 24 September. Patokan global telah mundur setelah mencapai tertinggi empat tahun USD86,74 pada 3 Oktober.

Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan November turun sebanyak USD2,2 menjadi menetap di USD70,97 per barel, kehilangan 3,01 persen. WTI mencapai titik terendah sejak 21 September.



Persediaan minyak mentah AS naik enam juta barel pekan lalu, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan, lebih dari dua kali lipat dari ekspektasi para analis untuk peningkatan 2,6 juta barel. "Peningkatan signifikan dalam persediaan minyak mentah adalah refleksi dari kilang-kilang yang turun untuk pemeliharaan," kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates.

Operasional kilang minyak mentah turun 352 ribu barel per hari karena tingkat pemanfaatan turun 1,6 persentase poin, data EIA menunjukkan. Penurunan pasar ekuitas AS dan lingkungan penghindaran risiko global juga membebani minyak mentah berjangka.

Pada Rabu 10 Oktober, pasar saham AS jatuh, dengan indeks S&P 500 dan Dow Industrials mencatat hari terburuk mereka dalam delapan bulan, karena data ekonomi yang solid memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga selama tahun depan.

"Sisi permintaan dari persamaan minyak adalah selalu jauh lebih sulit untuk dibedakan daripada sisi pasokan yang lebih transparan dan karena penurunan ekuitas di tengah kenaikan suku bunga, pasar minyak dapat mulai mendiskon skenario terburuk terkait dengan ekspektasi permintaan minyak," kata Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch.

 


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

2 days Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA