Perundingan Brexit Munculkan Potensi Kegagalan

Angga Bratadharma    •    Senin, 13 Nov 2017 15:04 WIB
ekonomi eropaeropauni eropabrexitekonomi inggris
Perundingan Brexit Munculkan Potensi Kegagalan
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Eropa: Kepala Brexit Uni Eropa (UE) Michel Barnier mengungkapkan bahwa dia membuat rencana kontingensi untuk kemungkinan adanya kegagalan perundingan atas perceraian Uni Eropa dengan Inggris, yang telah diberikannya dua minggu untuk mencapai kesepakatan awal mengenai isu-isu kunci.

"Ini bukan pilihan saya. Tapi itu kemungkinan dan semua orang perlu merencanakannya termasuk di negara anggota dan di lini bisnis yang sama. Kami juga mempersiapkannya secara teknis," kata Barnier, seperti dikutip dari AFP, Senin 13 November 2017.

Dia ingat bahwa tanpa kesepakatan mengenai persyaratan perdagangan usai Brexit, Uni Eropa dan Inggris akan kembali ke tarif Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dengan ikatan dagang seperti yang dimiliki dengan Tiongkok. Sebelumnya, Barnier memberi Inggris ultimatum dua minggu untuk membuat konsesi dalam sebuah kesepakatan perceraian.



Hal itu dilakukan jika Inggris tetap ingin membuka tahap pembicaraan berikutnya pada Desember. Menurutnya sangat penting bagi Inggris untuk meningkatkan tawarannya pada RUU keluarnya untuk membuka pembicaraan mengenai kesepakatan perdagangan masa depan.

Para pemimpin Uni Eropa memutuskan pada pertemuan puncak terakhir mereka di Oktober bahwa tidak ada kemajuan yang memadai pada tagihan keluar serta dua isu utama lainnya di mana Irlandia Utara dan hak tiga juta orang Eropa yang tinggal di Inggris.

Mereka berharap untuk membuka pembicaraan mengenai hubungan masa depan dan masa transisi usai Brexit pada pertemuan berikutnya pada 14-15 Desember, namun pejabat telah memperingatkan bahwa dengan kondisi sekarang maka bisa lolos ke Februari atau Maret.

Nasib perbatasan antara Irlandia Utara yang diperintah Inggris dan Republik Irlandia telah melemparkan kunci pembuka yang tak terduga ke dalam karya-karyanya. Negosiator Inggris David Davis menegaskan bahwa kesepakatan Brexit tidak dapat menciptakan perbatasan antara Irlandia Utara dan seluruh wilayah Inggris.

 


(ABD)