Hong Kong jadi Tempat Menarik untuk Merger dan Akuisisi

Angga Bratadharma    •    Jumat, 01 Dec 2017 13:30 WIB
asuransihong kong
Hong Kong jadi Tempat Menarik untuk Merger dan Akuisisi
Ilustrasi. (FOTO: MTVN/M. Rizal)

Jakarta: Di tengah rendahnya pertumbuhan dan suku bunga rendah di ekonomi Amerika Serikat (AS) dan Eropa, perusahaan asuransi di Asia -khususnya Hong Kong- mengadopsi merger dan akuisisi sebagai strategi menumbuhkan keuntungan. Selain itu, mereka memanfaatkan teknologi baru untuk dijalankan di luar negeri.

Hal itu terungkap dari penelitian yang dilakukan Willis Towers Watson (NASDAQ: WLTW), seperti dikutip Medcom.id, Jumat, 1 Desember 2017, yang melibatkan responden dari 200 eksekutif senior di industri asuransi yang terbagi rata di seluruh wilayah di Amerika, Asia, dan regional EMEA yang diproduksi bersamaan dengan merger market.

Laporan itu menunjukkan bahwa hanya lima persen dari responden yang menghasilkan lebih dari setengah keuntungan mereka di luar wilayah asal mereka. Kemudian sebanyak 15 persen berharap melakukan merger dan akuisisi tiga tahun dari sekarang. Adapun sejumlah perusahaan tetap berupaya memacu laju bisnisnya di masa mendatang.

Perusahaan asuransi memilih berekspansi ke luar negeri dan berusaha menghasilkan persentase yang lebih besar dengan keuntungan di masa depan dari luar negeri, di mana Hong Kong menjadi tempat paling banyak dipilih perusahaan asuransi untuk beralih ke peluang baru. Hal ini sebagian besar didorong oleh wilayah Tiongkok daratan.

"Kemunculan Hong Kong sebagai pusat menangkap arus tabungan dan keluar dari daratan Tiongkok yang diawasi Beijing, yang meningkat terhadap arus modal keluar, telah menguatkan yuan," kata Kepala Strategi Asuransi Konsultasi dan Teknologi di Asia Pasifik di Willis Towers Watson Kevin Angelini.

Bukan hanya perusahaan Tiongkok daratan yang mengakuisisi perusahaan asuransi di Hong Kong. Baru-baru ini, orang Tiongkok daratan juga semakin banyak membeli polis asuransi di Indonesia dan Hong Kong untuk mendapatkan akses ke lebih banyak terkait pilihan produk, termasuk opsi untuk membeli kebijakan dalam mata uang dolar AS atau dolar Hong Kong.

"Tentunya yang memberikan lindung nilai terhadap fluktuasi yuan. Ini telah mendorong total penjualan asuransi produk di kota, sehingga menjadikan kota ini menjadi target yang menarik bagi banyak kalangan baru dari investor," pungkasnya.


(AHL)