Dolar Tertekan Kontraksi Pasar Tenaga Kerja AS

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 07 Oct 2017 10:33 WIB
dolar as
Dolar Tertekan Kontraksi Pasar Tenaga Kerja AS
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Eric Ireng)

Metrotvnews.com, New York: Mata uang dolar AS turun terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada perdagangan Jumat, karena investor mencerna laporan pekerjaan yang baru dirilis, yang menunjukkan pasar tenaga kerja AS mengalami kontraksi pertama dalam tujuh tahun.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan total pekerjaan nonfarm payroll AS menurun sebesar 33 ribu pada September, sebagian besar disebabkan oleh badai Harvey dan Irma yang melanda negara tersebut. Ekonom yang disurvei memperkirakan ada kenaikan 90 ribu pekerjaan.

Melansir Xinhua, Sabtu 7 Oktober 2017, tingkat pengangguran tercatat turun menjadi 4,2 persen pada September, mencapai titik terendah dalam 16 tahun, kata laporan tersebut.

Pada September, rata-rata penghasilan per jam untuk semua karyawan dengan gaji nonpertanian swasta naik 12 sen menjadi USD26,55, mengalahkan konsensus pasar. Selama 12 bulan terakhir, rata-rata penghasilan per jam meningkat sebesar 74 sen atau 2,9 persen.

"Catatan utama dari laporan pekerjaan ini adalah jangan terlalu banyak mengambil laporan pekerjaan sampai Anda memasukkannya ke dalam konteks yang lebih luas. Anda harus melihat badai Harvey dan Irma," kata Kepala Ekonom FTN Financial, Chris Low, dalam sebuah catatannya.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,14 persen pada perdagangan akhir 93,827.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1733 dolar dari 1,1704 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun ke 1,3066 dolar dari 1,3112 dolar A.S. pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7773 dolar dari 0,7789 dolar.

Sementara dolar AS membeli 112,73 yen Jepang, lebih rendah dari 112,84 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9785 franc Swiss dari 0,9789 franc Swiss, dan turun ke 1.2532 dolar Kanada dari 1.2570 dolar Kanada.


(AHL)