Yuan Tiongkok Melemah Jadi 6,8873 terhadap USD

   •    Jumat, 17 Mar 2017 10:15 WIB
ekonomi chinationgkok
Yuan Tiongkok Melemah Jadi 6,8873 terhadap USD
Ilustrasi (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Beijing: Kurs tengah nilai tukar mata uang Tiongkok renminbi atau yuan, mengalami pelemahan sebanyak 11 basis poin menjadi 6,8873 terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Jumat, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing Tiongkok.

Mengutip Antara, Jumat 17 Maret 2017, di pasar spot valuta asing Tiongkok, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan. Kurs tengah yuan terhadap USD didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja.

Sementara itu, kurs USD berakhir lebih rendah terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena investor mencerna pernyataan Federal Reserve atau the Fed yang baru dirilis dan hasil pemilu Belanda.

The Fed memutuskan untuk menaikkan kisaran target untuk suku bunga federal funds sebesar 25 basis poin menjadi 0,75-1,00 persen, menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan dua hari.

Proyeksi the Fed yang diperbarui menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan memperkirakan suku bunga naik menjadi sekitar 1,40 persen pada akhir 2017, tidak berubah dari perkiraan semula, menyiratkan dua kali lagi kenaikan suku bunga tahun ini.

Greenback berada di bawah tekanan karena pernyataan itu relatif dovish dan gagal memberikan sinyal laju yang lebih cepat dari kenaikan suku bunga selanjutnya. Selain itu, USD melemah terhadap euro karena hasil pemilu Belanda konsisten dengan jajak pendapat dan meredakan kekhawatiran pasar tentang tren populis dalam jajak pendapat Eropa tahun ini.


(ABD)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

2 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA