15 Bank Swiss Dilaporkan Melakukan Pencucian Uang

Arif Wicaksono    •    Senin, 17 Oct 2016 18:22 WIB
pencucian uang
15 Bank Swiss Dilaporkan Melakukan Pencucian Uang
Falcon Private Bank. AFP PHOTO.

Metrotvnews.com, Vienna: 15 bank Swiss berada dalam "zona merah" dari pemberi pinjaman karena terbukti melakukan pencucian uang. Hal ini diungkapkan Kepala Pengawas Perbankan Swiss FINMA dalam sebuah wawancara dengan koran yang diterbitkan kemarin.

Jaksa pemeriksa federal Swiss, pekan lalu, mengatakan telah membuka proses pidana terhadap perusahaan yang berbasis di Zurich, Falcon Private Bank, untuk dugaan pencucian uang terkait dengan skandal 1 Malaysia Development Berhad (1MDB).

Falcon adalah bank Swiss kedua, setelah BSI, yang menghadapi penyelidikan kriminal oleh Jaksa Agung Swiss yang berhubungan dengan skandal 1MDB.

Langkah ini sebagian didasarkan pada investigasi oleh FINMA, yang juga telah membuka persidangan terhadap beberapa kreditur lainnya. Kepala eksekutif FINMA Mark Branson mengatakan ini dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Swiss SonntagsZeitung sebagaimana dikutip dari The Strait Times, Senin 17 Oktober 2016.

"Kami telah memperkenalkan sistem peringatan dalam kaitannya dengan risiko pencucian uang Kira-kira 15 bank di zona merah di sini rentan terkena pencucian uang," ujarnya.
 
Dia tidak menyebutkan nama bank yang bersangkutan, tetapi dia hanya mengatakan bahwa sebagian besar dari mereka terlibat dalam pengelolaan aset dan sering memiliki klien dari pasar negara berkembang. Mereka juga menambahkan bahwa pemberi pinjaman berasal dari semua sektor negara dan datang dari berbagai ukuran.

Ditanya apakah bank-bank Swiss besar di antara mereka, ia mensinyalkan adanya kebenaran itu.

"Saya tidak akan menggunakan bentuk jamak, tapi ya," jelas dia.

Bank dalam daftar itu telah dipantau lebih dekat dan harus memberikan informasi tambahan kepada FINMA.  Pengawas ingin perbankan itu memahami pasar negara berkembang di mana mereka beroperasi daripada menarik diri dari mereka.

Falcon, yang diperintahkan FINMA untuk menyerahkan 2,5 juta franc Swiss (3.500.000 dollar swiss) karena dianggap pengawas itu mendapatkan keuntungan ilegal, sedang diberi kesempatan kedua, tapi akan kehilangan lisensi perbankan jika hal itu terulang kembali.

"Kami berpendapat bahwa manajemen baru layak mendapatkan kesempatan," kata Branson.

Branson mengatakan beberapa bank bersedia untuk mengambil risiko dalam kaitannya dengan pencucian uang karena mereka berada di bawah tekanan ekonomi yang melemah untuk mencari klien baru. Namun bank juga telah melaporkan kasus yang lebih mencurigakan dalam beberapa bulan terakhir.

Selain penyelidikan terkait dengan 1MDB dan skandal terpisah yang melibatkan produsen minyak yang dikendalikan negara Brasil Petrobras, ia mengatakan bahwa FINMA juga telah menyelidiki bank Swiss yang tidak disebutkan namanya dalam kaitannya dengan FIFA, asosiasi sepak bola dunia yang terperosok dalam tuduhan korupsi.


 


(SAW)