2017, Pertumbuhan AS Diperkirakan Melambat Meski Suku Bunga Naik

Angga Bratadharma    •    Rabu, 19 Oct 2016 14:54 WIB
ekonomi amerikathe fed
2017, Pertumbuhan AS Diperkirakan Melambat Meski Suku Bunga Naik
Aktivitas di New York Stock Exchange (NYSE), Amerika Serikat (REUTERS/Brendan McDermid)

Metrotvnews.com, New York: Ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan tumbuh melambat di tahun depan dengan menjaga pergerakan inflasi yang rendah. Sementara pada sisi lain Federal Reserve atau the Fed kemungkinan akan menaikkan tingkat suku bunga acuan di Desember.

Baca: The Fed Dinilai Perlu Terapkan Ekonomi Bertekanan Tinggi

Delapan tahun usai terjadinya krisis keuangan, ekonomi terbesar di dunia ini belum mendapatkan pijakan yang solid atau kokoh. Pertumbuhan yang melemah dan disarankan untuk kembali ke tingkat pertumbuhan sebelum krisis keuangan terjadi terbilang sulit dilakukan.

Melalui itu semua, gerak tingkat inflasi yang lemah terus mendorong the Fed mempertahankan kebijakan moneternya yang terbilang longgar. Kondisi itu masih terus dipertahankan sampai sekarang ini meski kinerja yang solid memberikan isyarat bahwa perolehan laba bisa mendorong pergerakan inflasi.

Jajak pendapat yang diselenggarakan Reuters kepada hampir 100 ekonom menyebut pertumbuhan ekonomi AS secara triwulanan dipercepat menjadi 2,6 persen pada kuartal terakhir. Akan tetapi, kondisi itu mengalami perlambatan dan menjadi 2,3 persen pada Oktober-Desember.

Baca: Ketua The Fed: Alasan Kenaikan Suku Bunga Menguat

Untuk tahun depan, ekonom memperkirakan pertumbuhan perekonomian AS akan di kisaran 2,0-2,1 persen di setiap kuartal. Harapan mereka sedikit berubah dari beberapa jajak pendapat terakhir. Perkiraan pertumbuhan di 2017 secara triwulanan berkisar dari terendah di 0,3 persen menjadi 3,2 persen, dibandingkan 1,3-3,5 persen dalam jajak pendapat September.


Ilustrasi Amerika Serikat (Reuters/Andrew Cullen)

"Ini menjadi hal yang baik dari apa yang didapatkan. Tapi, fundamental harus sangat kuat bagi konsumen dan 2017 menjadi tahun yang baik. Neraca rumah tangga berada dalam kondisi sangat baik dan pasar tenaga kerja yang ketat dan pertumbuhan upah mempercepat," kata Ekonom Moody Analytics Ryan Manis, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (19/10/2016).

Baca: Sejumlah Pejabat The Fed Waspadai Kenaikan Suku Bunga

Jajak pendapat memperkirakan tingkat pengangguran akan turun menjadi 4,7 persen secara rata-rata pada 2017, dari 5,0 persen saat ini. Sekitar 150.000 pekerjaan baru kemungkinan akan ditambahkan rata-rata setiap bulan pada 2017, dibandingkan dengan 178.000 rata-rata bulanan sepanjang tahun ini.

 


(ABD)