Survei The Fed Sebut Tekanan Inflasi AS Diredam

Angga Bratadharma    •    Rabu, 15 Nov 2017 14:01 WIB
ekonomi amerikathe fed
Survei The Fed Sebut Tekanan Inflasi AS Diredam
Gedung The Fed (Karen Bleier/AFP)

Washington: Tekanan inflasi Amerika Serikat (AS) tetap diredam di tengah kenaikan harga yang lebih rendah dan pertumbuhan pendapatan yang lebih lambat. Hal itu terungkap dalam sebuah laporan survei yang dikeluarkan oleh New York Federal Reserve Bank.

Mengutip Xinhua, Rabu 15 November 2017, menurut survei tersebut, ekspektasi konsumen median untuk inflasi pada horizon satu tahun depan naik menjadi 2,6 persen pada Oktober dari 2,5 persen di September. Namun, ekspektasi inflasi median tidak berubah pada horison tiga tahun.

Meski mengalami sedikit peningkatan dalam ekspektasi inflasi di tahun-depan, konsumen memperkirakan kenaikan harga lebih lambat dalam setahun kedepan. Hal semacam ini diharapkan memberi efek positif terhadap pergerakan ekonomi AS di masa mendatang.



Menurut survei tersebut, median satu tahun ke depan memperkirakan kenaikan harga bensin turun dari 4,7 persen pada September menjadi 3,8 persen pada Oktober. Ekspektasi perubahan harga pangan turun dari 4,6 persen du September menjadi 4,3 persen di Oktober, nilai terendah sejak dimulainya survei pada Juni 2013.

Selain kenaikan harga yang lebih lambat, ekspektasi konsumen terhadap pertumbuhan pendapatan juga melambat. Survei tersebut menunjukkan bahwa ekspektasi pertumbuhan pendapatan satu tahun ke depan turun dari 2,3 persen di September menjadi 2,1 persen pada Oktober, penurunan ketiga berturut-turut.

Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada September mengakui bahwa bank sentral bingung dengan berlanjutnya inflasi yang luar biasa rendah. Namun dia mengatakan bahwa pejabat Fed masih mengharapkan tekanan inflasi yang cenderung rendah akhirnya memudar.

 


(ABD)