Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak Usai Laporan IEA

   •    Sabtu, 14 Jul 2018 09:03 WIB
minyak mentah
Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak Usai Laporan IEA
Ilustrasi (FREDERIC J. BROWN/AFP)

New York: Harga minyak dunia kembali menguat pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena pedagang terus mencerna laporan bulanan dari International Energy Agency (IEA). Di sisi lain, negara anggota OPEC terus berupaya mendorong agar harga minyak dunia berada di level yang tinggi seperti dulu.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 14 Juli 2018, West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus naik USD0,68 untuk menetap di USD71,01 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman September bertambah sebanyak USD0,88 menjadi USD75,33 per barel di London ICE Futures Exchange.

IEA mengatakan dalam laporan yang dirilis bahwa berbagai kekhawatiran pasokan seperti sanksi Amerika Serikat terhadap Iran dan ketidakpastian seputar Libya memberikan dukungan untuk harga minyak. Tidak ditampik, kondisi ini bisa memberikan efek tersendiri terhadap pergerakan harga minyak dunia.

"Meningkatnya produksi dari negara-negara Teluk Timur Tengah dan Rusia, meskipun disambut baik, datang dengan mengorbankan bantal kapasitas cadangan dunia yang mungkin akan meregang hingga batas," kata IEA.



Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 94,52 poin atau 0,38 persen menjadi 25.019,41. Sedangkan S&P 500 menguat sebanyak 3,02 poin atau 0,11 persen menjadi 2.801,31. Lalu, indeks Nasdaq Composite naik sebanyak 2,06 poin atau 0,03 persen menjadi 7.825,98.

Penghasilan perusahaan di kuartal kedua diperkirakan meningkat 20,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Tidak termasuk sektor energi, estimasi pertumbuhan pendapatan menurun menjadi 16,9 persen, menurut statistik terbaru yang dirilis oleh Thomson Reuters.

Beberapa bank terbesar di AS melaporkan hasil kuartalan campuran pada Jumat sebelum bel pembukaan. JPMorgan Chase mencatat rekor laba kuartal kedua sebesar USD8,32 miliar atau naik 18 persen dari tahun ke tahun. Pendapatan perdagangannya naik 13 persen menjadi USD5,4 miliar dan melebihi ekspektasi analis.

 


(ABD)