Kuartal I-2018

Cetak Rekor, DBS Group Catat Laba Bersih USD1,15 Miliar

Angga Bratadharma    •    Rabu, 02 May 2018 11:25 WIB
perbankandbs indonesia
Cetak Rekor, DBS Group Catat Laba Bersih USD1,15 Miliar
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Singapura: DBS Group mengungkapkan laba bersih dalam tiga bulan pertama 2018 naik ke level tertinggi sejak penyaluran kredit tumbuh kuat sejalan dengan baiknya pertumbuhan ekonomi di negara asalnya yakni Singapura. Laba bersih kuartal pertama melonjak 26 persen secara tahun ke tahun ke tingkat rekor 1,52 miliar dolar Singapura (USD1,15 miliar).

Kepala Eksekutif DBS Group Piyush Gupta mengatakan perolehan tersebut didukung oleh marjin pinjaman yang lebih baik karena suku bunga yang lebih tinggi. Pihaknya berharap kondisi ini bisa terus dipertahankan dan nantinya ditingkatkan agar lebih baik lagi di masa-masa mendatang.

"Marjin bunga bersih atau NIM, yang mengukur profitabilitas pinjaman, kemungkinan akan meningkat lebih jauh dari kuartal pertama yang 1,83 persen karena suku bunga di Asia bergerak lebih tinggi di samping tingkat suku bunga di AS," kata Piyush Gupta, seperti dikutip dari CNBC, Rabu, 2 Mei 2018.

Ia mengatakan the Fed telah menaikkan suku bunga acuan pada Maret dan berpeluang menaikkan kembali suku bunga tersebut sebanyak 2-3 kali di sepanjang tahun ini. Hal ini tentunya memberikan efek tersendiri terhadap kinerja perbankan yang beroperasional di AS.

"Saya pikir ada hal keterbalikan yang lebih dengan prospek suku bunga. Dan itu prospek untuk NIM bagi kami. Saya pikir 1,85 (persen) untuk tahun ini sangat mungkin. Bahkan, mungkin kita memiliki dua basis poin dari sana," tukasnya.

DBS adalah bank pertama yang terdaftar di Singapura untuk merilis hasil kuartal pertamanya. Teman-teman yang lebih kecil, Oversea-Chinese Banking Corp dan United Overseas Bank, diharapkan untuk mengikuti pengumuman hasil kuartal pertamanya di minggu mendatang.

Saham perbankan di Asia Tenggara mendapat tumpangan setelah DBS melaporkan pendapatan. Saham DBS diperdagangkan 2,8 persen lebih tinggi pada Senin sore. Saham OCBC dan UOB masing-masing naik 1,54 persen dan 2,79 persen. Ketiga pemberi pinjaman mengungguli benchmark Straits Times Index, yang 1,1 persen lebih tinggi.

 


(ABD)