USD Menguat di Tengah Berkurangnya Ketegangan Perdagangan

   •    Selasa, 15 May 2018 08:16 WIB
dolar as
USD Menguat di Tengah Berkurangnya Ketegangan Perdagangan
Ilustrasi (FOTO: AFP)

New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) berakhir lebih kuat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Hal itu terjadi karena ketegangan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda relaksasi.

Mengutip Antara, Selasa, 15 Mei 2018, pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke USD1,1943 dari USD1,1945 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3568 dari USD1,3548 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7529 dari USD0,7546.

Sedangkan USD dibeli 109,64 yen Jepang, lebih tinggi dari 109,29 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD turun menjadi 1,0000 franc Swiss dari 1.0007 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2796 dolar Kanada dari 1,2787 dolar Kanada.
   


Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Minggu 13 Mei bahwa Washington dan Beijing sedang bekerja untuk mendapatkan pembuat peralatan telekomunikasi Tiongkok ZTE, yang menderita larangan ekspor AS, kembali berbisnis.

"Kedua belah pihak bekerja sama untuk memberikan perusahaan telepon besar Tiongkok, ZTE, cara untuk kembali berbisnis dengan cepat," kata Trump dalam cuitannya.

Trump mengaku dia telah menginstruksikan Departemen Perdagangan AS untuk menyelesaikannya. Kata-kata Trump datang menjelang putaran baru konsultasi perdagangan antara kedua belah pihak akhir pekan ini. Saham perusahaan-perusahaan Amerika yang memasok chip dan komponen lainnya bagi pembuat peralatan telekomunikasi Tiongkok, ZTE Corp, rebound.

 


(ABD)