Indonesia Memperingatkan Tiongkok Tekan Importasi Besi Baja

Fauzi Jamal    •    Sabtu, 09 Sep 2017 16:22 WIB
bajaasean
Indonesia Memperingatkan Tiongkok Tekan Importasi Besi Baja
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta Tiongkok tekan importasi baja. (FOTO: Dokumentasi Humas Kemendag)

Metrotvnews.com, Manila: Indonesia meminta pemerintah Tiongkok mengatasi persoalan importasi komoditas besi dan baja yang harganya terlalu rendah sehingga membuat persaingan besi dan baja menjadi tidak sehat.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kepada Menteri Perdagangan Tiongkok Zhong Shan dalam pertemuan konsultasi Para Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM) dengan Tiongkok, di Pasay City, Filipina, Sabtu 9 September 2017.

"Persoalan importasi besi dan baja tidak bisa dibiarkan karena sudah terjadi sejak 2013. Impor baja dari Tiongkok membanjiri pasar ASEAN dengan harga yang diduga dumping karena harganya yang rendah. Asosiasi baja di Indonesia bahkan mengeluhkan harga baja Tiongkok yang tidak masuk akal. Karena itu, kami meminta pemerintah Tiongkok segera menyelesaikannya karena selama ini terkesan mereka menunda terus," jelas Enggartiasto.



Menanggapi permintaan Indonesia, lanjut Enggar, pemerintah Tiongkok mengklaim sudah memotong produksi bajanya ke negara-negara ASEAN dan sudah memperhatikan keluhan negara-negara ASEAN.

"Namun persoalannya bukan tentang menurunkan produksi baja tetapi harga yang ditetapkan sangat memukul pelaku industri baja dalam negeri. Dan, Indonesia tidak bisa lunak lagi dalam hal itu. Karenanya persoalan baja harus diselesaikan tidak hanya secara business to business tetapi antarpemerintah," tegasnya.

Enggar mengaku, keluhan Indonesia harus disuarakan karena Tiongkok meminta dukungan Indonesia dan ASEAN untuk terlibat aktif dalam zona kawasan integrasi One Belt One Road (OBOR) yang memanfaatkan dan mengaktifkan kembali jalur sutera.

Tiongkok dengan penuh keyakinan dan semangat menjamin bahwa keberadaan OBOR sangat menguntungkan bagi ASEAN. Tiongkok bahkan akan membuat expo besar-besaran tentang OBOR pada 2018 yang dapat diikuti negara ASEAN tanpa harus mengeluarkan biaya.

"Ini menunjukkan Tiongkok agresif untuk meningkatkan hubungan ekonomi yang pada akhirnya mendatangkan keuntungan bagi mereka. Hal itu mereka lakukan di tengah melambatnya perekonomian Tiongkok. Tiongkok juga menyatakan ASEAN jadi prioritas," tutur Enggartiasto. (Metro TV/Fauzi Djamal)

 


(AHL)