Pertemuan IMF-WB Diharapkan Dorong Penyelesaian Perang Dagang

Suci Sedya Utami, Ade Hapsari Lestarini, Eko Nordiansyah, Annisa ayu artanti    •    Selasa, 09 Oct 2018 14:01 WIB
IMF-World BankPerang dagang
Pertemuan IMF-WB Diharapkan Dorong Penyelesaian Perang Dagang
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Ade Hapsari Lestarini)

Nusa Dua: Pertemuan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) 2018 salah satunya diharapkan bisa menyepakati untuk menyudahi terjadinya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Sejauh ini, perang dagang yang terjadi telah membebani pasar saham dan pasar keuangan dunia termasuk juga memengaruhi Indonesia.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Aida Budiman menjelaskan pertemuan IMF-WB 2018 merupakan ajang untuk para pemimpin di otoritas keuangan di dunia untuk berdiskusi mengenai apa yang sedang terjadi di masing-masing negara, dan seperti apa dampaknya terhadap perekonomian dunia.

"Nanti ada satu sesi mengenai ekonomi dunia. Di situ, Amerika Serikat akan bicara mengenai ekonomi mereka dan dampaknya kepada dunia dan dari emerging market juga akan menyampaikan bagaimana dampak policy ke negara masing-masing," kata Aida, seperti dikutip dalam sebuah program di Metro TV, Selasa, 9 Oktober 2018.

Menurutnya dalam pertemuan IMF-WB 2018 semua peserta akan menyampaikan pandangan baik dari peserta negara berkembmang maupun peserta dari negara maju. Dalam pertemuan itu, para pemimpin dari 189 negara akan melihat kondisi ekonomi dunia dan mengambil langkah koordinasi guna mengantisipasi ketidakpastian yang sedang terjadi.

"Itu akan dibahas dan disepakati. Tapi, seperti apa kesepakatannya (mengenai pertemuan tahunan IMF-WB bisa menghentikan perang dagang antara AS dan Tiongkok apa tidak) harus menunggu Kamis itu karena memang ada interaksi dan dinamikanya," tutur Aida.

Di sisi lain, International Monetary Fund memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2018 ini. Terdapat beberapa alasan yang menjadi faktor pemangkasan ini. Chief Economist IMF Maurice Obstfeld menjelaskan penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi global ini akibat dari ketegangan perang dagang antara AS dengan negara-negara lain.

"Karena perubahan ini, proyeksi pertumbuhan global untuk tahun ini dan tahun depan diturunkan menjadi 3,7 persen, turun 0,2 persen dari penilaian terakhir kami," pungkas Maurice.

 


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

2 days Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA