Pembeli Minyak Besar di Asia Berpeluang Cari Alternatif Lain

Angga Bratadharma    •    Rabu, 30 Nov 2016 07:13 WIB
minyak mentahopec
Pembeli Minyak Besar di Asia Berpeluang Cari Alternatif Lain
Seorang pekerja di sebuah ladang minyak milik Bashneft, Bashkortostan, Rusia (REUTERS/Sergei Karpukhin)

Metrotvnews.com, Singapura: Untuk pertama kalinya sejak 2008, Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) mengatur untuk mencapai kesepakatan guna memotong produksi minyak yang diharapkan dapat meningkatkan harga. Tidak ditampik, rencana ini sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap naik dan turunnya harga minyak dunia.

Kondisi itu bukan tidak mungkin memberikan tekanan tersendiri di Asia. Bahkan, para pembeli besar melihat pasokan mulai ramping dan mereka menyatakan tidak ingin membayar lebih untuk bahan bakar. Sejauh ini, upaya untuk menaikkan harga minyak masih belum berhasil dan menjadi persoalan tersendiri.

OPEC akan melakukan pertemuan pada Rabu mendatang untuk menuntaskan kesepakatan guna menopang harga minyak yang sekarang ini masih berada di level rendah. Akan tetapi, pembahasan ini tidak selalu berjalan mulus karena ada yang setuju dan di sisi lain ada yang tidak setuju untuk memotong atau memangkas produksi minyak.

Baca: Venezuela Desak Produsen Minyak OPEC dan Bukan OPEC Stabilkan Pasar

Pembeli dari Asia, yang menggunakan sepertiga dari pasokan minyak dunia, telah menyaksikan sebuah keprihatinan atas upaya OPEC yang secara terbuka melakukan diskusi untuk menopang harga minyak. Para pembeli mengatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan untuk menjelajahi sumber-sumber baru jika harga tidak lagi tepat.

"Bagi kami, tingkat harga saat ini terlihat tepat bagi kedua belah pihak (pembeli dan produsen)," kata Pejabat Eksekutif di sebuah perusahaan kilang besar Jepang TonenGeneral Sekiyu, Eiichiro Kitahara, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (30/11/2016).

Lebih lanjut, Kitahara menegaskan, pihaknya berupaya untuk tidak bergantung pada satu pihak tertentu. Sejauh ini, Kitahara terus mencari sumber-sumber yang memang menawarkan harga yang tepat. Kondisi itu terjadi seiring dengan harga minyak yang masih berada di level yang rendah.

Baca: Ahli di OPEC Buat Beberapa Kemajuan tentang Pemotongan Produksi

"Perusahaan kami bertujuan untuk menghindari ketergantungan pada pemasok tertentu. Dan kita dapat mencari baru peluang (pasokan)," pungkas Kitahara,

 


(ABD)