Presiden Tiongkok akan Mendorong Globalisasi Berkeadilan

Arif Wicaksono    •    Rabu, 11 Jan 2017 20:47 WIB
tiongkok
Presiden Tiongkok akan Mendorong Globalisasi Berkeadilan
Presiden Tiongkok Xi Jinping. Dok: Reuters.

Metrotvnews.com, Beijing: Presiden Tiongkok Xi Jinping akan mempromosikan "globalisasi yang inklusif" pada Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos dan akan memperingatkan bahwa pendekatan populis dapat menyebabkan perang dan kemiskinan, sebagaimana diutarakan pejabat Tiongkok.

Forum yang akan dilaksanakan pada 17-20 Januari 2017, diperkirakan akan didominasi oleh pembahasan terhadap  hujatan publik terhadap dampak globalisasi dan munculnya Presiden AS terpilih Donald Trump, pada perdagangan, termasuk janji-janji perang tarif Trump terhadap Tiongkok  dan Meksiko, yang membantu memenangkan dirinya menjadi Presiden AS.

Xi adalah presiden Tiongkok pertama yang pernah menghadiri forum tahunan WEF di Davos, yang menyatukan para pemimpin politik tingkat atas dan pemimpin bisnis.

Kepala Kantor Informasi Dewan Negara, Jiang Jianguo, mengatakan, simposium yang diselenggarakan oleh Organisasi Perdagangan Dunia di Jenewa bahwa Presiden Xi akan pergi ke Davos untuk mendorong pembangunan, kerjasama dan globalisasi ekonomi dalam rangka membangun "komunitas manusia dengan nasib bersama".

"Dengan munculnya populisme, proteksionisme, dan nativisme, dunia telah datang ke sebuah perempatan bersejarah di mana satu jalan mengarah ke perang, kemiskinan, konfrontasi dan dominasi sementara jalan lainnya mengarah ke perdamaian, pembangunan, kerja sama dan win win solutions," kata Jiang dikutip dari Reuters, Rabu (11/1/2017).

Pada briefing di Beijing pada kunjungan Davos, Menteri Luar Negeri Wakil Li Baodong mengatakan, Tiongkok akan menanggapi keprihatinan masyarakat internasional atas globalisasi dengan mengedepankan opini Beijing tentang cara mengarahkan globalisasi ekonomi terhadap inklusivitas yang lebih besar.

Li mengatakan kritik proteksionisme perdagangan ditujukan pada Tiongkok, oleh Trump dan negara lainnya, itu tidak adil.

"Proteksionisme perdagangan hanya akan menyebabkan isolasi," katanya.

Dia mengatakan, saluran komunikasi terbuka  antara Tiongkok dan Tim Transisi Trump akan terjadi di forum ini. Namun, dia mengingatkan bahwa penjadwalan pertemuan bisa sulit.

Setelah kemenangan Trump, Xi bersumpah untuk melawan proteksionisme dan mendorong kemajuan transaksi perdagangan multilateral. Perusahaan asing di Tiongkok telah lama mengeluh tentang kurangnya akses pasar dan kebijakan proteksionis dari Tiongkok.


(SAW)