Ekspor Jepang Turun 9,6% di Agustus Akibat Permintaan Melambat

Angga Bratadharma    •    Rabu, 21 Sep 2016 08:41 WIB
ekonomi jepang
Ekspor Jepang Turun 9,6% di Agustus Akibat Permintaan Melambat
Aktivitas bongkar muat di Tokyo, Jepang (AFP/Toshifumi Kitamura)

Metrotvnews.com, New York: Ekspor Jepang mengalami penurunan sebanyak 9,6 persen pada Agustus atau melemah dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Kondisi itu memberikan catatan bahwa permintaan eksternal masih mengalami perlambatan dan belum ada perbaikan yang signifikan.

Kinerja ekspor Jepang yang jatuh itu lebih tajam dibandingkan dengan perkiraan para ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang penurunannya berada di angka 4,8 persen. Angka ini diikuti penurunan kinerja ekspor Jepang sebanyak 14 persen pada Juli, dalam sebuah data, seperti dikutip dari CNBC, Rabu (21/9/2016).

Sementara itu, kinerja impor mengalami penurunan sebanyak 17,3 persen pada Agustus dibandingkan dengan estimasi penurunan di angka 17,8 persen. Ada harapan agar situasi dan kondisi semacam ini bisa mengalami perbaikan dan nantinya memberi stimulus positif bagi gerak ekonomi Jepang di masa mendatang.

Sedangkan neraca perdagangan bergerak defisit ke 18,7 miliar yen (USD184 juta). Kondisi defisit perdagangan itu merupakan yang pertama dalam tiga bulan dan diharapkan defisit tidak terus terjadi atau bahkan melebar. Pemerintah Jepang siap memperkuat kinerja ekspor agar surplus bisa tercapai.

Sebelumnya, ekonomi Jepang mengalami pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan perkiraan pada April-Juni, dengan revisi ke atas untuk belanja modal dan persediaan. Namun, lemahnya penggerak pertumbuhan yang kuat terlihat merusak momentum untuk sisa di tahun ini.

Kantor Kabinet mengatakan ekonomi Jepang tumbuh pada tingkat 0,7 persen secara tahunan selama April-Juni, atau direvisi karena pembahasan awal diperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di angka 0,2 persen di mana yen yang kuat dan lemahnya permintaan telah menekan kinerja ekspor dan belanja modal.

Ekonomi Jepang, negara ketiga terbesar di dunia, terlihat kurang bisa memanfaatkan momentum yang ada pada kuartal tersebut, mengikuti arus data ekspor terbaru yang lemah, yang merupakan hasil dari pabrik-pabrik dan belanja rumah tangga.


(ABD)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA