USD Tertekan Meski Data Pekerjaan Positif

   •    Jumat, 05 Jan 2018 08:15 WIB
dolar as
USD Tertekan Meski Data Pekerjaan Positif
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

New York: Pergerakan dolar Amerika Serikat (USD) tertekan terhadap sebagian besar mata uang utama pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), meskipun data pekerjaan positif dari negara tersebut. Tidak ditampik, pelemahan USD ini akan memberi efek terhadap aktivitas ekonomi lainnya.

Mengutip Xinhua, Jumat, 5 Januari 2018, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,29 persen pada 91,899 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik jadi USD1,2069 dari USD1,2015, dan poundsterling Inggris naik ke USD1,3548 dari USD1.3514. Dolar Australia meningkat jadi USD0,7860 dari USD0,7833.

Sedangkan USD membeli 112,77 yen Jepang, lebih tinggi dari 112,52 yen pada sesi sebelumnya. Sementara itu, gerak USD naik menjadi 0,9748 franc Swiss dari 0,9777 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,2507 dolar Kanada dari 1,2545 dolar Kanada.

Sektor swasta AS menambahkan 250 ribu pekerjaan pada Desember, jauh di atas konsensus pasar 190 ribu, menurut Laporan Ketenagakerjaan Nasional yang dikeluarkan oleh ADP Research Institute pada Kamis. Angka ADP secara luas dilihat sebagai indikator awal untuk laporan non-farm payrolls yang akan dirilis pada Jumat.

Di sisi lain, bursa saham Wall Street terus meningkat pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), dengan indeks Dow menembak di atas 25.000 poin untuk pertama kalinya. Hal itu terjadi karena investor bersorak atas data perekrutan sektor swasta Amerika Serikat (AS). Ketiga indeks utama tersebut menetapkan rekor penutupan baru pada Kamis.

Pada penutupan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 152,45 poin atau 0,61 persen menjadi 25.075,13. Sedangkan S&P 500 naik 10,93 poin atau 0,40 persen menjadi 2.723,99. Indeks Nasdaq Composite naik 12,38 poin atau 0,18 persen menjadi 7.077,91.


(ABD)