IMF Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Inggris di 2017

Angga Bratadharma    •    Rabu, 15 Nov 2017 15:05 WIB
imfbrexitekonomi inggrisbank of england (boe)
IMF Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Inggris di 2017
Ilustrasi (FOTO: AFP)

London: Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris menjadi 1,7 persen untuk 2017 ini. Hal ini menandai penurunan 0,3 poin persentase dalam ekspektasi pertumbuhan untuk Inggris tahun ini dari IMF.

Sebelumnya, IMF memperkirakan dalam laporan besar terakhir mengenai ekonomi Eropa pada April bahwa ekonomi Inggris akan tumbuh sebesar dua persen. Perkiraan pertumbuhan tersebut menunjukkan Inggris telah melawan tren di wilayah Eropa lainnya, di mana IMF telah meningkatkan perkiraan pertumbuhannya, sudah mencapai 1,9 persen.

"Kami telah merevisi perkiraan pertumbuhan kami untuk Eropa secara keseluruhan ke atas menjadi 2,4 persen untuk 2017, dari 1,9 persen pada April lalu. Namun, untuk Inggris, kami telah merevisi turun menjadi 1,7 persen untuk 2017, dari 2,0 persen," kata Wakil Direktur, Departemen Luar Negeri IMF Joerg Decressin, seperti dikutip dari Xinhua, Rabu 15 November 2017.

Decressin mengatakan ketidakpastian mengenai hasil proses Brexit, yang dipicu oleh Perdana Menteri Inggris Theresa May pada Maret setelah pemungutan suara referendum untuk keluar dari Uni Eropa (UE) pada Juni yang lalu, telah mempertimbangkan pergerakan pertumbuhan ekonomi negara tersebut.



"Sekarang dampaknya mulai terjadi. Konsumsi dan investasi lebih lemah dari perkiraan," kata Decressin.

Bank of England (BoE), telah memperkenalkan beberapa tindakan darurat pada Agustus 2016 untuk merangsang ekonomi, termasuk pemotongan suku bunga 25 basis poin ke rekor terendah 0,25 persen. Adapun langkah itu dengan harapan mencegah munculnya sebuah risiko terhadap pergerakan ekonomi Inggris.

Decressin mengatakan ini efektif. "Pemungutan suara pada Brexit pada awalnya memiliki dampak yang lebih kecil terhadap pertumbuhan daripada yang diperkirakan, berkat respons kebijakan moneter yang kuat," tegasnya.

Perbedaan di antara keseluruhan ekonomi Eropa dan ekonomi Inggris disebabkan oleh beberapa faktor, yang paling penting adalah efek Brexit. "Berbagai faktor bisa dimainkan, namun suara Brexit dan prospek terkait adalah kunci untuk memahami perbedaan antara revisi pertumbuhan Eropa dan Inggris," kata Decressin.

 


(ABD)