Penurunan Jumlah Ekspor Berpotensi Tekan CPO

   •    Selasa, 10 Jul 2018 17:37 WIB
cpo
Penurunan Jumlah Ekspor Berpotensi Tekan CPO
Ilustrasi. (Foto: Antara/Budi).

Jakarta: Komoditas crude palm oil (CPO) pada perdagangan Senin, 9 Juli 2018 ditutup di harga 2.268 ringgit Malaysia, dengan histori pada hari perdagangan tersebut menyentuh harga rendah (low) di 2.266 ringgit Malaysia, serta harga tinggi (high) di 2.288 ringgit Malaysia.

CPO berjangka Malaysia menutup hari perdagangan sedikit lebih tinggi pada Senin. Mengacu pada harga komoditas kedelai Amerika Serikat (AS) yang ditransaksikan di Chicago Board of Trade dengan melonjak 1,5 persen pada perdagangan Jumat, hal ini sekaligus mengakhiri empat hari penurunan sebelumnya.

"Kedelai berjangka AS mengalami lonjakan harga pada Jumat dengan pemulihan pasar setelah sempat menyentuh harga terendah akibat kekhawatiran atas perang dagang yang meningkat dengan Tiongkok," tutur Analis Monex Investindo Futures Arie Nurhadi, dalam hasil analisanya, Selasa, 10 Juli 2018.

Harga acuan CPO kontrak untuk pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik sebesar 0,1 persen pada harga 2.268 ringgit Malaysia atau setara dengan USD563,48 per metrik ton pada penutupan perdagangan.

Perdagangan Selasa, 10 Juli 2018 -saat tulisan ini disusun- pergerakan harga CPO sedang berada pada level 2.237 ringgit Malaysia. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga 2.262 ringgit Malaysia, sementara harga tinggi tercatat berada di 2.264 ringgit Malaysia, dan harga rendah di 2.234 ringgit Malaysia.

Pada sesi pertama perdagangan hari ini telah dirilis data ekspor periode 1-10 Juli 2018 dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan sebelumnya, menurut perusahaan inspeksi AmSpec Agri Malaysia merilis data ekspor CPO Malaysia pada 281.651 metrik ton versus 324.947 metrik ton, selisih 43.296 metrik ton dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan sebelumnya atau turun sebesar 13,32 persen.

Kemudian Intertek Testing Services atau ITS juga telah merilis data ekspor untuk periode yang sama dengan data yang disampaikan sebesar 281.651 metrik ton versus 328.395 metrik ton, selisih 46.744 metrik ton atau turun sebanyak 14,23 persen.

Kedua data ekspor yang telah dirilis tersebut dengan terdapat selisih minus atau dapat diartikan sebagai penurunan jumlah ekspor, berpotensi menambah tekanan bagi harga CPO pada perdagangan di hari ini.

Pada perdagangan di hari ini potensi penguatan lanjutan perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran: 
- 2.308 ringgit Malaysia (resistance 3).
- 2.293 ringgit Malaysia (resistance 2).
- 2.285 ringgit Malaysia (resistance 1).

Sementara itu terdapat juga potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga:
- 2.232 ringgit Malaysia (support 1).
- 2.209 ringgit Malaysia (support 2).
- 2.185 ringgit Malaysia (support 3).


(AHL)


Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

3 hours Ago

Perang dagang yang kini tengah berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok secara langs…

BERITA LAINNYA