Timur Tengah Disebut Wilayah Stabil untuk Bisnis

   •    Kamis, 10 May 2018 20:04 WIB
timur tengah
Timur Tengah Disebut Wilayah Stabil untuk Bisnis
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Bahrain: Di tengah kekhawatiran keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada kesepakatan nuklir Iran yang dapat meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, seorang eksekutif perusahaan investasi justru mengatakan bahwa kawasan itu pada kenyataannya sangat stabil untuk melakukan bisnis.

Trump sebelumnya mengumumkan bahwa ia akan menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran 2015 dan mengembalikan sanksi terhadap negara itu. Para ahli memperingatkan keputusan Trump secara lebih lanjut membebani hubungan Washington dengan sejumlah sekutu dan meningkatkan risiko di Timur Tengah.

Tapi Kepala Investasi untuk Eropa di Investcorp yang berbasis di Bahrain, Hazem Ben-Gacem, mengabaikan kekhawatiran tersebut. Ia menilai kawasan dimaksud tetap memberikan hawa positif untuk berbisnis. Artinya, iklim bisnis tetap menggiurkan meski geopolitik tengah memanas.

"Jika Anda melihat sejarah, apakah itu 100, 200, atau 500 tahun yang lalu, wilayah ini memiliki bagian sendiri terkait berita positif dan menantang. Namun, itu tidak pernah menghentikan kawasan itu dari tumbuh dan berkembang," kata Ben-Gacem, seperti dikutip dari CNBC, Kamis, 10 Mei 2018.



Dia mencatat selama dua dekade terakhir, perusahaan telah mampu membeli, mengelola, dan mengeluarkan investasinya di Timur Tengah. Investcorp memiliki lebih dari USD22,2 miliar dalam aset yang dikelola dan perusahaan telah menjadi investor utama di wilayah tersebut, terutama di Arab Saudi.

"Dan itu yang kami temukan dan cukup menarik. Ini adalah wilayah yang sangat stabil untuk berbisnis dan itu sesuatu yang sangat penting sebagai investor," tukasnya.

Meski demikian, Ben-Gacem menilai, bukan berarti perkembangan geopolitik di kawasan tersebut tidak berdampak terhadap keputusan investasi perusahaan. Tentu diharapkan geopolitik tidak terus memanas dan di masa mendatang terdapat kesepakatan yang saling menguntungkan.

"Setiap berita besar yang dilaporkan, kami benar-benar melihatnya dari perspektif global. Ini akan memiliki banyak dampak pada bisnis kami di Eropa seperti halnya dengan Amerika Utara dan seperti halnya dengan Saudi," pungkasnya.

 


(ABD)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

3 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA