Agenda IMF-Bank Dunia Bahas Kondisi Global hingga Perang Dagang

Eko Nordiansyah    •    Senin, 17 Sep 2018 19:57 WIB
ekonomi globalPerang dagang
Agenda IMF-Bank Dunia Bahas Kondisi Global hingga Perang Dagang
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo. Medcom/Desi.

Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengungkapkan sejumlah bahasan yang akan dibicarakan dalam Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia. Secara garis besar ada beberapa fokus yang akan dibahas dalam pertemuan di Bali pada 8 hingga 14 Oktober 2018.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan pembahasan utama yang menjadi fokus adalah kebijakan normalisasi ekonomi negara maju. Hal ini dilakukan dengan kenaikan suku bunga di beberapa negara maju sehingga memengaruhi arus modal di pasar keuangan.

"Pada saat yang sama, 20 tahun negara-negara di ASEAN lepas dari krisis 1997-1998. Ada pesan yang ingin disampaikan bahwa negara-negara tersebut telah menjadi negara-negara yang strong, reform, and resilience," ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Senin, 17 September 2018.

Selain itu ada pula ketidakpastian perdagangan karena adanya kebijakan perang dagang oleh sejumlah negara. Kondisi tersebut memengaruhi pasar keuangan yang pada akhirnya menekan beberapa negara berkembang.

"Itu langsung berdampak ke pasar keuangan. Adanya kebijakan perdagangan negara besa yang juga berdampak pada pasar uang global. Akhirnya, nilai tukar di negara-negara berkembang sekarang mengalami tekanan," jelas dia.

Dirinya menambahkan pertemuan itu juga akan membicarakan upaya meningkatkan ketahanan sektor keuangan di tengah tekanan yang ada. Di samping itu, Indonesia juga akan mengangkat peluang untuk mengembangkan ekonomi syariah.

"Gejolak keuangan akan berdampak ke pemerintah, bank di Indonesia, atau nonbank. Bagaimana sustainabilty utang luar negeri di beberapa negara, karena gejolak ekonomi global bisa meningkatkan bunga utang. Tapi sejauh ini posisi Indonesia relatif cukup aman," pungkasnya.

 


(SAW)


Tarif Kargo Udara Naik Ratusan Persen

Tarif Kargo Udara Naik Ratusan Persen

5 hours Ago

Tiga maskapai penerbangan yakni Garuda Indonesia, Lion Air dan Sriwijaya melakukan kebijakan me…

BERITA LAINNYA