The Fed akan Terus Menaikkan Suku Bunga Secara Bertahap

   •    Kamis, 13 Jul 2017 08:04 WIB
the fed
The Fed akan Terus Menaikkan Suku Bunga Secara Bertahap
Gubernur The Fed Janet Yellen. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Washington: Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen mengatakan bahwa bank sentral akan terus menaikkan suku bunga acuan secara bertahap dan mengurangi neracanya tahun ini, sekaligus memantau inflasi secara ketat.

"Komite (Pasar Terbuka Federal) terus berharap bahwa evolusi ekonomi dari waktu ke waktu akan menjamin kenaikan tingkat suku bunga federal fund secara bertahap untuk mencapai dan mempertahankan lapangan kerja maksimum dan harga-harga yang stabil," kata Yellen dalam kesaksiannya di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS, seperti dilansir dari Xinhua, Kamis 13 Juli 2017.

Menurut kepala bank sentral AS itu, suku bunga acuan mungkin tidak jauh dari posisi netral dimana ekonomi mencapai lapangan kerja penuh, berjalan sejalan dengan tren pertumbuhan dan memiliki harga-harga yang stabil.

"Karena suku bunga netral saat ini cukup rendah menurut standar historis, suku bunga federal fund tidak perlu naik sedemikian jauh untuk mencapai posisi kebijakan netral," kata Yellen, demikian seperti dikutip dari Antara.

Sebagai bagian dari proses normalisasi kebijakan moneternya, The Fed akan mengurangi neraca USD4,5 triliun-nya. Dalam pertemuan kebijakannya pada Juni, The Fed mengumumkan rencana rinci tentang bagaimana mengurangi neraca keuangannya.

"Asalkan ekonomi secara luas berkembang seperti yang diharapkan, (The Fed) kemungkinan akan mulai menerapkan program ini tahun ini," tambah Yellen dalam testimoninya yang mengacu pada pengurangan neraca.

Dalam kesaksiannya, Yellen memperkirakan ekonomi AS akan terus berkembang dengan kecepatan moderat selama beberapa tahun ke depan, karena kenaikan lapangan pekerjaan yang mantap akan mendukung pertumbuhan pendapatan dan kemudian belanja konsumen.

Menurut ketua Fed, prospek pertumbuhan global yang membaik akan mendukung ekspor AS dan kondisi keuangan yang menguntungkan akan terus mendukung investasi bisnis.

Namun, dia mencatat inflasi sebagai salah satu ketidakpastian yang sedang dihadapi ekonomi. "Ada, misalnya, ketidakpastian kapan -dan berapa banyak- inflasi akan merespons pengetatan pemanfaatan sumber daya," kata Yellen.

Dia mengatakan bahwa bank sentral akan memantau perkembangan inflasi secara ketat di bulan-bulan mendatang. Inflasi di AS telah melemah dalam beberapa bulan terakhir, yang memicu diskusi tentang kecepatan dan waktu kenaikan suku bunga berikutnya di antara para pejabat Fed.

Gubernur Fed Lael Brainard menambahkan pada Selasa 11 Juli, bahwa dia ingin menilai proses inflasi secara ketat sebelum membuat keputusan mengenai kenaikan suku bunga lebih lanjut.

 


(AHL)