Dolar AS Terus Tertekan

   •    Jumat, 15 Sep 2017 07:41 WIB
dolar as
Dolar AS Terus Tertekan
Ilustrasi. (FOTO: MI/Angga Yuniar)

Metrotvnews.com, New York: Kurs dolar AS diperdagangkan terus melemah pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena para investor mempertimbangkan data inflasi yang kuat.

Indeks Harga Produsen yang disesuaikan secara musiman untuk permintaan akhir naik 0,2 persen pada Agustus, kata Departemen Tenaga Kerja AS dalam sebuah laporan pada Rabu 13 September. Indeks Harga Konsumen untuk Semua Konsumen Perkotaan (CPI-U) naik 0,4 persen pada Agustus disesuaikan secara musiman, lapor Departemen Tenaga Kerja AS Kamis 14 September.

Mengutip Antara, Jumat 15 September 2017, selama 12 bulan terakhir, harga konsumen naik 1,9 persen. Perubahan 12 bulan dalam indeks untuk semua item dikurangi makanan dan energi tetap di 1,7 persen untuk bulan keempat berturut-turut, menurut laporan tersebut.

Wall Street terus mengawasi data inflasi karena mereka mungkin mengindikasikan langkah Federal Reserve selanjutnya. Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga Fed pada Desember meningkat menjadi 52,9 persen dari 41,3 persen setelah data inflasi dirilis, menurut alat FedWatch CME Group.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,47 persen menjadi 92,087 pada akhir perdagangan. Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan dalam sebuah laporan terpisah bahwa dalam pekan yang berakhir 9 September, angka awal untuk klaim pengangguran baru AS yang disesuaikan secara musiman mencapai 284 ribu turun 14 ribu dari tingkat belum direvisi 298 minggu sebelumnya.

Rata-rata pergerakan empat minggu mencapai 263.250, meningkat 13 ribu dari rata-rata minggu sebelumnya yang tidak direvisi sebesar 250.250. Ini adalah level tertinggi untuk rata-rata ini sejak 13 Agustus 2016, ketika mencapai 263.250, menurut laporan tersebut.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,1918 dari USD1,1885 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi USD1,3400 dari USD1,3202 pada sesi sebelumnya.

Sementara itu, dolar Australia meningkat menjadi USD0,7990 dari USD0,7984. Selanjutnya, dolar AS dibeli 110,53 yen Jepang, sedikit lebih tinggi dari 110,51 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9642 franc Swiss dari 0,9647 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2187 dolar Kanada dari 1,2199 dolar Kanada.


(AHL)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

22 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA