Surplus Perdagangan Australia Dorong Laju Ekonomi

Angga Bratadharma    •    Jumat, 07 Jul 2017 11:00 WIB
australia
Surplus Perdagangan Australia Dorong Laju Ekonomi
Sebuah kapal kontainer terlihat di terminal Port Botany Container di Sydney, Australia (REUTERS/David Gray)

Metrotvnews.com, Sydney: Surplus perdagangan Australia kembali mengalami penguatan tajam pada Mei. Pencapaian itu terjadi karena pengiriman batu bara pulih lebih cepat dari perkiraan akibat gangguan siklon, membuat ekspor kembali ke jalur yang benar untuk menambah pertumbuhan ekonomi di kuartal tersebut.

Dikombinasikan dengan laporan optimistis baru-baru ini tentang belanja konsumen dan bisnis, pertumbuhan ekonomi saat ini sepertinya akan meningkat dari penurunan 0,3 persen dibandingkan Maret yang melambung. Tentu ada harapan agar pertumbuhan ekonomi di Australia terus tumbuh lebih maksimal di masa mendatang.

Mengutip Reuters, Jumat 7 Juli 2017, angka dari Biro Statistik Australia menunjukkan surplus perdagangan melonjak menjadi 2,47 miliar dolar Australia (USD1,88 miliar) di Mei, naik dibandingkan dengan pencapaian yang direvisi turun pada April sebesar 90 juta dolar Australia dan lebih dari dua kali perkiraan pasar sebesar 1,1 miliar dolar Australia.

Ekspor batu bara saja melonjak 62 persen menjadi 5 miliar dolar Australia dan memulai pengiriman setelah Siklon Debbie menghantam rel kereta api di Queensland, salah satu wilayah pengekspor batu bara terbesar di dunia.

Total ekspor mengalami kenaikan sebanyak 8,5 persen atau lebih baik dari pulihnya di kemerosotan April, sementara impor naik tipis hanya 0,7 persen. Pertumbuhan yang krusial, volume ekspor kuat di seluruh papan dengan batu bara kokas keras naik 180 persen, batu bara semi lunak 58 persen, dan bijih besi lima persen.

Itu menunjukkan bahwa ekspor netto memberikan kontribusi yang baik untuk Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal Juni, yang merupakan pertumbuhan tunggal terbesar pada pertumbuhan di awal tahun. Pengiriman gas alam cair juga meningkat secara signifikan seiring proyek baru mulai beroperasi, dengan volume ekspor naik 29 persen di Mei.

 


(ABD)