Kemenangan Trump Tidak Pengaruhi Kontrak Minyak Iran

Angga Bratadharma    •    Rabu, 30 Nov 2016 07:35 WIB
minyak mentahopec
Kemenangan Trump Tidak Pengaruhi Kontrak Minyak Iran
Ilustrasi (REUTERS/Sergei Karpukhin)

Metrotvnews.com, Beirut: Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) yang memenangkan Donald Trump sebagai Presiden AS berikutnya tidak memberikan pengaruh terhadap kontrak minyak dan gas Iran sejauh ini. Hal itu digarisbawahi dengan ditandatanganinya kontrak internasional pertama dalam tiga sampai empat bulan ke depan.

"Sejauh ini kami belum merasa efek apapun," kata Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh, ketika ditanya apakah terpilihnya Trump sebagai Presiden AS telah memiliki efek pada negosiasi antara Iran dengan perusahaan minyak internasional untuk menandatangani kontrak baru dengan Iran, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (30/11/2016).

Sebelumnya, Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) berusaha untuk menyelamatkan kesepakatan untuk membatasi produksi minyak. Upaya itu dilakukan karena ketegangan mulai tumbuh di antara negara produsen dan negara produsen bukan anggota OPEC.

Baca: Minyak Dunia Naik karena Irak dan Iran Bersedia Pangkas Produksi

Sedangkan Arab Saudi secara tegas menyatakan bahwa pasar minyak akan seimbang dengan sendirinya tanpa harus ada kesepakatan untuk memotong produksi minyak. Sejauh ini, harga minyak masih berada di level yang rendah dan belum ada tanda-tanda akan kembali mengalami penguatan.


Api muncul dari pipa di ladang minyak di Basra, Baghdad, Irak (REUTERS/Essam Al-Sudani)

Para ahli di OPEC akan memulai pertemuan di Wina pada 0900 GMT(04:00 ET) untuk membahas dan memberikan rekomendasi kepada menteri masing-masing negara tentang bagaimana rincian OPEC mengurangi produksi minyak ketika mereka melakukan pertemuan pada 30 November.

Baca: OPEC Berusaha Selamatkan Kesepakatan Usai Ketegangan Muncul

Menteri Minyak Aljazair dan Venezuela melakukan perjalanan ke Moskow pada Senin dan Selasa dalam upaya terakhir membujuk Rusia untuk mengambil bagian dalam pemotongan dan bukan hanya sekadar membekukan produksi, yang telah mencapai level tertinggi baru di tahun lalu.

 


(ABD)