Kunci Keberhasilan Vietnam Jaga Pasokan Beras

   •    Selasa, 07 Feb 2017 19:51 WIB
beras vietnam
Kunci Keberhasilan Vietnam Jaga Pasokan Beras
Beras Vietnam. AFP PHOTO/HOANG DINH Nam.

Metrotvnews,com, Hanoi:  Kedutaan Besar RI (KBRI) Hanoi melakukan tinjauan pasar untuk mengetahui dua jenis beras dengan kualitas rendah dan tinggi di pasar bebas Vietnam di tingkat pengecer pada awal Februari 2017.

Dari hasil tinjauan itu, sebagaimana dikutip dari Antara, Selasa 7 Februari, KBRI Hanoi menemukan kunci keberhasilan Vietnam terutama adalah dukungan kuat pemerintah dan partai berupa kebijakan yang memihak kepada pengembangan pertanian.

Sekitar 70 persen pertanian padi Vietnam dilakukan di Delta Mekong yang rawan perubahan iklim. Pada kondisi normal, dalam 4 juta ha sawah dapat dipanen tiga kali setahun dengan produktivitas sekitar 8-9 ton gabah per ha.

Pemerintah membebaskan pajak pengairan dan pajak lahan sawah hingga luasan tertentu. Pajak impor untuk alat dan mesin pertanian pun diturunkan menjadi 0-5 persen.

Dari tinjauan pasar diketahui harga beras dengan kualitas rendah berkisar antara VND 12.000 - VND 13.000 atau sekitar Rp 7.062 - Rp 7.650 per kg. Sedangkan harga beras dengan kualitas tinggi berkisar antara VND 19.000 - VND 20.000  atau Rp11.182 - Rp 11.770 pe kg.

Harga kedua jenis beras tersebut relatif stabil jika dibandingkan dengan harga beras dengan kualitas rendah yang berkisar antara VND 11.000 - VND 12.000 atau sekitar Rp6.474 - Rp7.062 per kg. Vietnam kini menjadi salah satu pengeskpor beras terbesar di dunia.

Berdasarkan data yang diperoleh dari General Statistics Office of Vietnam (GSO), volume ekspor beras Vietnam pada tahun 2016 (Januari - Desember 2016) mencapai 4,83 juta ton dengan nilai USD 2,17 miliar . Volume ekspor tersebut mengalami penurunan 26,58 persen dibandingkan tahun 2015 yang tercatat 6,58 juta ton, dan nilainya turun 22,53 persen dibandingkan tahun 2015 yang tercatat USD 2,80 miliar.

Penurunan ekspor beras Vietnam disebabkan antara lain oleh berlebihnya pasokan beras di pasar global yang mengakibatkan ekspor beras Vietnam melambat dan mengalami tingkat persaingan yang ketat dengan eksportir dari produsen beras dunia.

Selama tahun 2016, ekspor beras Vietnam ditujukan ke China sebanyak 1,73 juta ton senilai USD 782,30 juta; Ghana sebanyak 503.673 ton (USD248,90); Filipina sebanyak 395.802 ton (USD167,43); Malaysia sebanyak 269.721 ton (USD 117,07 juta); Pantai Gading sebanyak 190.961 ton (USD 91,14 juta); Hongkong sebanyak 98,578 ton (USD49,12 juta); Singapura sebanyak 85,963 ton (USD 43,09 Juta); dan Amerika Serikat sebanyak 33,872 ton (USD 18,40).

Harga beras ekspor Vietnam pada Desember/akhir tahun 2016 dengan tingkat kepecahan 5 persen dijual dengan harga 345 dolar per ton (freeonboard), naik 2,9 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2015 yang tercatat 335 dolar per ton (FOB).

Vietnam kini menjadi produsen beras terbesar di Asia Tenggara dan dunia. Produk beras Vietnam tahun 2015 mencapai 28,23 juta ton (atau 45,20 juta ton padi), tahun 2016 mencapai 27,23 juta ton (atau 43,60 juta ton padi), dan tahun 2017 diprediksi mencapai 27,80 juta ton (atau 44,50 juta ton padi).


(SAW)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA