Harga Minyak Dunia Melonjak Tipis

Angga Bratadharma    •    Jumat, 18 May 2018 08:03 WIB
minyak mentah
Harga Minyak Dunia Melonjak Tipis
Ilustrasi (AFP PHOTO/AMER HILABI)

New York: Harga minyak dunia diperdagangkan sedikit lebih tinggi pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena harga minyak Amerika Serikat (AS) berakhir datar dan minyak mentah Brent ditutup dengan kenaikan moderat.

Mengutip Xinhua, Jumat, 18 Mei 2018, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, mengakhiri hari tidak berubah dari sesi sebelumnya di USD71,49 barel di New York Mercantile Exchange. Brent, patokan internasional untuk harga minyak, berkurang kembali dalam perdagangan sore setelah mencapai sesi tertinggi di USD80,5 per barel.

Sedangkan minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli ditutup pada USD79,30 per barel di London ICE Futures Exchange. Analis menunjukkan bahwa pasar minyak tetap relatif tenang karena tidak ada katalis baru pada Kamis, tetapi ketidakpastian tetap karena sanksi AS terhadap Iran.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pekan lalu bahwa Amerika Serikat akan menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran, perjanjian internasional penting yang ditandatangani pada 2015. Dalam pidato yang disiarkan televisi, Trump mengumumkan pintu keluar seraya menambahkan bahwa ia tidak akan menandatangani pengabaian sanksi terkait nuklir terhadap Iran.



Pasar minyak mempertahankan dukungan dari kekhawatiran atas sanksi AS terhadap Iran karena para pedagang bertaruh akan mengurangi pasokan minyak mentah global. Beberapa analis mengatakan sanksi bisa menghapus 1 juta barel per hari minyak mentah Iran dari pasar, sementara yang lain mengatakan dampaknya akan terbatas.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 54,95 poin atau 0,22 persen, menjadi ditutup di 24.713,98 poin. Indeks S&P 500 berkurang 2,33 poin atau 0,09 persen, menjadi berakhir di 2.720,13 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 15,82 poin atau 0,21 persen, menjadi 7.382,47 poin.

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10 tahun yang dijadikan acuan, naik lebih dari 3,1 persen pada Kamis 17 Mei, pertama kalinya sejak 2011. Sementara imbal hasil surat utang pemerintah bertenor dua tahun melayang di sekitar tingkat tertingginya dalam satu dekade.

 


(ABD)