Perusahaan Tiongkok Berminat Investasi USD10 Miliar ke RI

   •    Minggu, 15 Apr 2018 11:30 WIB
tiongkok
Perusahaan  Tiongkok Berminat Investasi USD10 Miliar ke RI
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. ANT/Budi Candra.

Beijing: Satu perusahaan dari Tiongkok berminat investasi di berbagai daerah di Indonesia senilai USD10 miliar. 

"Satu perusahaan yang ingin investasi di Indonesia ini di luar kerangka kerja sama OBOR (One Belt One Road/Jalur Sutera dan Jalur Maritim Abad ke-21 yang digagas Tiongkok)," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kepada Antara di Beijing dikutip dari Antara, Minggu, 15 April 2018. 

Beberapa pimpinan perusahaan asal Tiongkok  tersebut menemui Luhut di sela-sela kunjungan resminya ke Beijing pada 12-14 April 2018. Perusahaan tersebut, jelas dia, memiliki beberapa mitra bisnis di Indonesia dan siap mengembangkan industri di Morowali, Sulawesi Tengah, dan Halmahera Utara, Maluku Utara.

Di kedua daerah di wilayah Indonesia timur itu, perusahaan asal Tiongkok bersama mitra lokalnya akan mengembangkan industri baja dan karbon.

"Selain itu mereka juga ingin mengembangkan industri lithium (baterai) untuk mobil listrik di Indonesia," kata Menteri Perindustrian dan Perdagangan di era pemerintahan Abdurrahman Wahid itu.

Luhut mengungkapkan keinginan perusahaan asal Tiongkok itu untuk berinvestasi di Indonesia karena tertarik dengan kebijakan insentif pajak untuk investasi asing yang nilainya di atas USD2,5 miliar.

Dalam kunjungannya ke Tiongkok tersebut, Menko Maritim bertemu dengan Perdana Menteri Li Keqiang, Penasihat Pemerintahan sekaligus Menteri Luar Negeri Wang Yi, jajajaran pejabat Menteri Perdagangan, pimpinan Komisi Nasional untuk Pembangunan dan Reformasi (NDRC), pimpinan Bank Pembangunan Tiongkok, dan kalangan pengusaha.

Luhut juga menyaksikan beberapa penandatanganan kontrak kerja sama bisnis antara perusahaan Indonesia dengan Tiongkok dan lembaga lainnya dalam kerangka kerja sama OBOR. Jenderal purnawirawan TNI itu juga mendapatkan kepastian dari PM Li yang akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 6-8 Mei 2018.

 


(SAW)