Perang Dagang

IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 09 Oct 2018 11:22 WIB
ekonomi duniaIMF-World Bank
IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global
Chief Economist IMF Maurice Obstfeld (tengah) (Foto: Medcom.id/Ade Hapsari Lestarini)

Nusa Dua: Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2018 ini. Terdapat beberapa alasan yang menjadi faktor pemangkasan ini.

Chief Economist IMF Maurice Obstfeld menjelaskan penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi global ini akibat dari ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan negara-negara yang menjadi mitra dagang utama.

"Karena perubahan ini, proyeksi pertumbuhan global untuk tahun ini dan tahun depan diturunkan menjadi 3,7 persen, turun 0,2 persen dari penilaian terakhir kami," kata Maurice, saat konferensi pers World Economic Outlook IMF, di BICC, Nusa Dua, Bali, Selasa, 9 Oktober 2018.

Maurice menuturkan laporan terakhir yang dipublikasikan pada April lalu hingga Oktober 2018 menunjukkan ekspansi yang kurang seimbang dari yang diharapkan. Selain itu, pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat (AS) masih sangat kuat, didukung oleh procyclical. Namun, ekspansi fiskal kemungkinan bisa membebani AS dan pertumbuhan global di kemudian hari.

"Tetapi kami telah menurunkan prospek pertumbuhan jangka pendek untuk kawasan euro, Korea, dan Inggris. Penilaian ulang kami lebih dramatis untuk pasar negara berkembang. Kami melihat pertumbuhan berkurang di Amerika Latin (terutama Argentina, Brasil, Meksiko), Timur Tengah (terutama Iran), dan Eropa (terutama Turki)," jelasnya.

Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok

Di sisi lain, IMF meramalkan pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada 2019 lebih rendah mengingat adanya tarif impor AS ke negeri Tirai Bambu itu. Proyeksi yang sama juga berlaku untuk India.

Sementara di tingkat global, lanjut dia, data terakhir menunjukkan melemahnya perdagangan, manufaktur, dan investasi. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi dunia masih solid dibandingkan dengan awal dekade ini, tetapi telah stabil.

"Angka pertumbuhan ini lebih moderat. Ketidakpastian atas kebijakan perdagangan lebih menonjol di belakang tindakan AS, tanggapan oleh mitra dagang dan pelemahan multilateral secara umum tentang masalah perdagangan juga mengemuka," pungkas dia.

 


(ABD)


Pameran Seni Kontemporer Art Bali

Pameran Seni Kontemporer Art Bali

1 hour Ago

Pameran seni rupa kontemporer Art Bali menjadi salah satu venue yang menarik perhatian delegasi…

BERITA LAINNYA