USD Melemah Usai Mencatat Kenaikan

   •    Selasa, 13 Feb 2018 08:17 WIB
dolar as
USD Melemah Usai Mencatat Kenaikan
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), setelah mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Desember 2016 di pekan lalu.

Mengutip Antara, Selasa, 13 Februari 2018, pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,2285 dari USD1,2234 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik ke USD1,3830 dari USD1,3806 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7845 dari USD0,7790.

Sedangkan USD dibeli 108,68 yen Jepang, lebih tinggi dari 108,49 yen pada sesi sebelumnya. Sementara USD juga menguat menjadi 0,9389 franc Swiss dari 0,9387 franc Swiss, dan bergerak turun menjadi 1,2603 dolar Kanada dari 1,2 juta dolar Kanada.

Indeks dolar AS melonjak 1,4 persen minggu lalu, mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Desember 2016, karena aksi jual yang masif di pasar ekuitas AS memaksa investor beralih ke mata uang AS untuk melepaskan posisi-posisi mereka.

Dengan tidak adanya data ekonomi utama yang keluar pada Senin (12/2), para investor mengamati secara ketat saham-saham AS, yang terus pulih dari kinerja terburuk mingguan mereka dalam dua tahun. "Rebound" lanjutan di saham membantu menenangkan kecemasan para investor dan membuat mata uang urang atraktif.

Sementara itu, para pedagang terus memantau data inflasi harga konsumen yang akan dirilis Rabu (14/2), yang akan menjadi barometer untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga Maret oleh Federal Reserve AS. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,26 persen menjadi 90,207 pada akhir perdagangan.


(ABD)


Analis: Krisis Turki Bisa Tekan Rupiah ke Level Rp14.700/USD

Analis: Krisis Turki Bisa Tekan Rupiah ke Level Rp14.700/USD

2 hours Ago

Nilai tukar rupiah menghadapi tekanan jual yang tinggi karena krisis ekonomi di Turki menggangg…

BERITA LAINNYA