Terkena Skandal, Regulator AS Bahas Taktik Penjualan Wells Fargo

Angga Bratadharma    •    Jumat, 21 Apr 2017 15:39 WIB
perbankanekonomi amerika
Terkena Skandal, Regulator AS Bahas Taktik Penjualan Wells Fargo
Logo Wells Fargo di Chicago, Amerika Serikat (REUTERS/Jim Muda)

Metrotvnews.com, Washington: Wells Fargo & Co (WFC.N) dan regulator bank Amerika Serikat (AS) membahas keluhan mengenai taktik penjualan bertekanan tinggi pada awal 2010. Namun para pejabat tidak melakukan tindakan apapun selama bertahun-tahun, menurut ulasan regulator mengenai skandal dimaksud.

"Penguji bank gagal menindaklanjuti masalah penanganan keluhan dan praktik penjualan yang signifikan," demikian menurut sebuah tinjauan internal dari Kantor Pengawas Keuangan Mata Uang (OCC) yang mengawasi banyak bank nasional, seperti dikutip dari Reuters, Jumat 21 April 2017.

Laporan yang dirilis pada Rabu mengakhiri evaluasi tujuh bulan tentang bagaimana OCC gagal menghentikan skandal di mana ribuan karyawan Wells Fargo menciptakan sebanyak 2 juta rekening pelanggan tanpa persetujuan mereka. Hal seperti itu tentu memberikan kerugian tersendiri terhadap para nasabah.

Dewan Direksi Wells Fargo diberitahu pada 2005 bahwa teller bank dipecat karena membuat akun hantu, menurut laporan tersebut. Lima tahun kemudian, Wells Fargo dan pemeriksa bank bertemu untuk membahas apa yang memotivasi teller bank untuk terus menciptakan akun tanpa otorisasi pelanggan.

Setidaknya ada 700 kasus keluhan whistleblower dari karyawan Wells Fargo saat itu, kata laporan tersebut. Dalam pertemuan Januari 2010, Carrie Tolstedt, mantan kepala perbankan komunitas, memberikan pengawasan internal Wells Fargo atas penangkapan itu.

"Alasan utama tingginya jumlah keluhan adalah bahwa budaya mendorong keluhan yang valid yang kemudian diselidiki dan ditangani secara tepat," kata laporan tersebut mengenai penjelasan Tolstedt. Wells Fargo telah banyak menyalahkan skandal di kaki Tolstedt.


(ABD)