Tiga Indeks Utama di Wall Street Cetak Rekor Baru

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 14 Sep 2017 07:31 WIB
wall street
Tiga Indeks Utama di Wall Street Cetak Rekor Baru
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, New York: Saham-saham di bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Rabu waktu setempat. Tiga indeks utama AS menutup hari dengan mencatat rekor baru.

Melansir Xinhua, Kamis 14 September 2017, indeks Dow Jones Industrial Average naik 39,32 poin atau 0,18 persen menjadi 22.158,18. Indeks S & P 500 naik 1,89 poin atau 0,08 persen menjadi 2.498,37. Serta indeks Nasdaq Composite bertambah 5,91 poin atau 0,09 persen menjadi 6.460,19.

Kenaikan ini sejalan dengan investor yang terus memantau kemajuan reformasi pajak yang mungkin terjadi. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa administrasi Trump akan melewati reformasi pajak sebelum 2018.

Mnuchin juga mengatakan bahwa pemerintah akan merilis sebuah rencana reformasi pajak yang lebih rinci pada akhir bulan ini. Presiden AS Donald Trump mendorong Kongres pada 30 Agustus untuk melewati langkah komprehensif untuk merombak kode pajak AS.

Trump berjanji untuk mengurangi pajak perusahaan menjadi 15 persen untuk menarik lebih banyak perusahaan untuk melakukan bisnis di Amerika Serikat. Para ekonom telah lama meminta pajak perusahaan yang lebih rendah di Amerika Serikat, yang merupakan yang tertinggi di antara negara-negara OECD. Hambatan utama adalah bagaimana mendanai pemotongan.

Ketua DPR AS Paul Ryan, menekankan pada pendekatan netral-pendapatan terhadap reformasi pajak, mengatakan pekan lalu bahwa tujuan Trump untuk menurunkan tingkat pajak perusahaan menjadi 15 persen akan sulit dicapai.

Di data depan, Indeks Harga Producer yang disesuaikan secara musiman untuk permintaan akhir naik 0,2 persen pada Agustus, kata Departemen Tenaga Kerja A.S. dalam sebuah laporan pada hari Rabu.

Indeks untuk permintaan akhir dikurangi makanan, energi, dan jasa perdagangan meningkat 0,2 persen pada Agustus menyusul tidak ada perubahan di Juli. Untuk 12 bulan yang berakhir pada Agustus, harga untuk permintaan akhir dikurangi makanan, energi, dan jasa perdagangan naik 1,9 persen, menurut laporan tersebut.


(AHL)