Credit Suisse akan Pangkas Sejumlah Pekerjaan Ekuitas di Asia

Arif Wicaksono    •    Minggu, 19 Mar 2017 14:16 WIB
asia
 Credit Suisse akan Pangkas Sejumlah Pekerjaan Ekuitas di Asia
CS. Reuters.

Metrotvnews.com, Hong Kong: Credit Suisse Group akan memotong setidaknya setengah lusin pekerjaan ekuisitas di Hong Kong dan Tokyo. Hal ini sebagai akibat dari usaha bank itu untuk terus mengendalikan biaya dalam upaya untuk meningkatkan laba, menurut orang-orang yang paham mengenai masalah tersebut.

Di antara mereka yang meninggalkan bank yang berbasis di Zurich itu adalah Matt Pecot, Kepala Layanan Utama Credit Suess untuk kawasan Asia-Pasifik, dan Jamie White, Direktur Credit Suess yang berbasis di Hong Kong untuk perdagangan penjualan. Credit Suisse juga melepaskan empat ekuitas analis di Tokyo, kata mereka sebagaimana dikutip dari The Strait Times, Minggu 19 Maret 2017. 

Credit Suisse mengumumkan pada bulan Desember akan memangkas biaya sebesar 1 miliar franc Swiss setelah menurunkan target laba untuk divisi Asia dan untuk operasi kekayaan-manajemen internasional. 

Kepala eksekutif Tidjane Thiam berada di bawah tekanan untuk memperdalam pengurangan biaya saat ia mengejar rencana untuk menghemat bank investasi dalam mendukung bisnis wealth manajemen untuk mencapai potensi terbaik untuk pertumbuhan bisnis.

Beberapa analis Tokyo meninggalkan bank itu termasuk Shinya Yamada, yang kerap menganalisis saham baja, Masami Sawato, yang biasa menganalisis saham bahan kimia dan industri lainnya, dan Masataka Kurita, seorang analis quants, menurut orang-orang. Seorang juru bicara berbasis di Hong Kong di bank menolak berkomentar terkait hal itu.

Tahun lalu, Credit Suisse menunjuk Ali Naqvi sebagai kepala tunggal pasar global untuk kawasan Asia-Pasifik, bagian dari langkah untuk mengkonsolidasikan manajemen dari ekuitas dan operasi-pendapatan tetap unit investasi-perbankan. Naqvi sejak itu telah ditunjuk ketua eksekutif dari pasar global untuk daerah. 

Pecot, White, Yamada, dan Kurita tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar. Sawato juga menolak untuk berkomentar.



(SAW)