Fed: Kita Tidak Perlu Lagi Rangsang Ekonomi AS

Angga Bratadharma    •    Kamis, 25 Oct 2018 14:02 WIB
ekonomi amerikathe fed
Fed: Kita Tidak Perlu Lagi Rangsang Ekonomi AS
Gedung The Fed (AFP/Brendan Smialowski)

New York: Presiden Federal Reserve Dallas Robert Kaplan menilai sudah saatnya membiarkan ekonomi Amerika Serikat (AS) berjalan sendiri. Dalam artian, the Fed sudah berada di jalur yang benar untuk menaikkan sejumlah suku bunga acuan guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar tidak 'kepanasan'.

Di saat the Fed tengah dikritik keras oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Kaplan menegaskan, pembuat kebijakan di the Fed berada di jalur yang benar dengan pendekatan bertahap mereka untuk menaikkan suku bunga. Apalagi, kenaikan suku bunga acuan dilakukan dengan melihat situasi dan kondisi perekonomian AS.

Tingkat pengangguran berjalan pada posisi 3,7 persen dan tingkat inflasi ada di atas target dua persen the Fed. Adapun Federal Reserve telah memenuhi mandat ganda di mana Komite Pasar Terbuka Federal telah menaikkan suku bunga acuannya tiga kali tahun ini dan berada di jalur untuk kenaikan keempat pada Desember.

"Ketika kami mencapai tujuan mandat ganda kami, saya percaya bahwa Federal Reserve harus secara bertahap mengurangi akselerator. Artinya, kami tidak lagi perlu merangsang ekonomi AS. Dengan demikian, saya percaya kita harus secara bertahap dan sabar bergerak menuju sikap kebijakan yang netral," kata Kaplan, seperti dikutip dari CNBC, Kamis, 25 Oktober 2018.



Komentar itu muncul sehari setelah Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan the Fed tidak perlu menjaga ketat ekonomi AS. Trump meluncurkan komentarnya kepada the Fed dan Ketua Fed Jerome Powell, saat wawancara dengan The Wall Street Journal.

Presiden AS Donald Trump mengulangi kritiknya bahwa tingkat suku bunga acuan yang lebih tinggi adalah ancaman terbesar bagi ekonomi selama pemerintahannya, dan mengatakan Powell sepertinya senang menaikkan suku bunga.

Sedangkan Kaplan mendukung kenaikan suku bunga lebih lanjut, meskipun ia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi AS akan melambat di tahun-tahun mendatang ketika stimulus fiskal memudar. Dalam hal ini, ia mendukung adanya kemungkinan suku bunga acuan naik di kisaran 2,75 persen hingga tiga persen. Kisaran saat ini adalah dua persen hingga 2,75 persen.

 


(ABD)