Angin Segar Penundaan Tarif Baru Amerika-Tiongkok

Annisa ayu artanti    •    Senin, 03 Dec 2018 20:59 WIB
dunia usahaas-tiongkokPerang dagang
Angin Segar Penundaan Tarif Baru Amerika-Tiongkok
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bersama dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping - - Foto: AFP/ Jim Watson

Jakarta: Para pelaku usaha menilai penundaan pemberlakuan tarif baru oleh Amerika Serikat dan Tiongkok membawa angin segar ditengah pusaran perang dagang. Diketahui, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping sepakat menunda kenaikan tarif sampai dengan 90 hari ke depan.

"Saya lihat sih cukup baik. Paling tidak memberikan satu signal. Katakan lah ketegangan itu tidak benar-benar tambah tegang," kata Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir ditemui di sela-sela acara CEO Network 2018, di Kawasan SCBD, Jakarta, Senin 3 Desember 2018.

Namun penundaan ini dianggap hanya bersifat sementara. Bisa jadi, kata Boy sapaannya ketegangan perang dagang dapat kembali mecuat. Pasalnya, hingga kini fundamental dari isu perang dagang belum terselesaikan.

"Jadi kita mungkin lihat disatu atau dua bulan kedepan isu fundamental apa yang bisa disetujui kedua negara tersebut," ucap dia.

Dari sisi pertambangan batu bara, katanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok tidak memberikan pengaruh besar kepada kinerja perusahaan. Perusahaan telah melakukan diversifikasi pasar-pasar batu bara.

"Tapi adaro Alhamdulillah kita sudah terdiversikasi jadi kita tidak selalu hanya mengandalkan pasar Tiongkok. Kita ada 17 negara. Jadi so far oke," tutur dia.

Sementara itu, bos PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Franciscus Welirang mengatakan, perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok belum berimbas signifikan ke Indonesia, khususnya kepada pelaku usaha. Welirang justru menilai kondisi domestik saat ini masih bagus. 

"(Kondisi perang dagang) Lebih baguslah, bagus. Kita lihat nasional, secara nasional lebih baik pasti," kata Welirang.

Ia juga optimistis target-target perusahaan akan tetap tercapai meski ada gejolak global dan domestik. "Ya begitulah (optimis capai target). Tahun depan mustinya lebih baik," tutup Welirang.

Seperti diketahui, dalam jamuan makan malam di forum G-20, di Buenos Aires, Argentina, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping bersepakat untuk menangguhkan pemberlakuan tarif baru dalam pusaran perang dagang antara dua negara ekonomi raksasa itu.

Berdasarkan perjanjian itu, Trump menahan rencana penaikan tarif dari 10 persen menjadi 25 persen pada awal tahun depan. Namun, beberapa komoditas asal Tiongkok senilai USD50 miliar sudah dikenai tarif 25 persen, sedangkan tarif 10 persen yang menargetkan komoditas senilai USD200 miliar tetap akan berlaku.




(Des)


Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

35 minutes Ago

Struktur organisasi dari BP Batam dipastikan tidak berubah meski figur pemimpin dalam organisas…

BERITA LAINNYA