Fed Bisa Dorong Amerika Serikat ke Resesi

Angga Bratadharma    •    Jumat, 19 Oct 2018 11:02 WIB
ekonomi amerikathe fed
Fed Bisa Dorong Amerika Serikat ke Resesi
Gedung The Fed (FOTO: AFP)

New York: Rabobank menilai Federal Reserve akan mendorong ekonomi Amerika Serikat (AS) ke dalam resesi jika mengikuti jalur suku bunga saat ini. Adapun ringkasan sesi Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 25-26 September yang dirilis menunjukkan adanya kesediaan berkelanjutan oleh bank sentral AS untuk meningkatkan suku bunga secara bertahap.

Indikasi the Fed akan terus menaikkan suku bunga berada di tengah kritik dari Presiden AS Donald Trump. Awal bulan ini, Trump kembali memberikan kritik kepada Ketua the Fed Jerome Powell dan menegaskan tingkat suku bunga acuan yang lebih tinggi adalah ancaman terbesar terhadap pemulihan ekonomi AS.

Ahli Strategi Pendapatan Tetap Senior Rabobank Lyn Graham-Taylor menilai kritik yang dilakukan Trump mungkin ada benarnya. "Kami pikir the Fed pada akhirnya akan mendorong AS ke dalam resesi dengan mengikuti jalan ini," kata Taylor, seperti dikutip dari CNBC, Jumat, 19 Oktober 2018.



Tingkat suku bunga, yang membantu mendikte biaya pinjaman di seluruh ekonomi AS, dinaikkan menjadi antara 2-2,25 persen pada 26 September 2018. Pembuat kebijakan melihat satu kenaikan suku bunga tahun ini, dan sebanyak tiga kali peningkatan pada 2019 dan satu kali pada 2020.

Graham-Taylor memperkirakan resesi Amerika Serikat akan terjadi dalam beberapa tahun mendatang dan para peneliti di banknya mengambil isyarat dari perataan kurva imbal hasil. Kurva imbal hasil datar terjadi ketika imbal hasil pada utang bertenor lebih lama berkurang ke tingkat yang lebih dekat dari obligasi yang memiliki jangka waktu lebih pendek.

Ini bisa menjadi indikasi kurangnya kepercayaan dalam jangka menengah hingga jangka panjang dari sisi ekonomi. Dalam beberapa minggu terakhir, kurva imbal hasil telah benar-benar melelahkan. Akan tetapi Graham-Taylor mengatakan, kondisi tersebut lebih kepada ketidakpastian daripada kepercayaan investor di masa depan.

"The Fed mungkin akan overhike hanya dengan dua kenaikan suku bunga dan itu akan cukup untuk memicu kemerosotan ekonomi," pungkasnya.

 


(ABD)