Fundamental AS Lemahkan Harga CPO

   •    Jumat, 03 Aug 2018 15:02 WIB
cpo
Fundamental AS Lemahkan Harga CPO
Ilustrasi petani sawit. (Foto: MI/Amiruddin Abdullah).

Jakarta: Harga crude palm oil (CPO) pada saat awal sesi perdagangan menyentuh kisaran harga tertinggi sepanjang tiga pekan pada harga 2.233 ringgit Malaysia yang merupakan level tertinggi sejak 11 Juli silam. Ini terdongkrak dari dukungan mata uang ringgit Malaysia yang lebih lemah serta adanya revisi aturan biodiesel di Indonesia.

"Pelaku pasar khawatir harga komoditas kedelai Amerika Serikat (AS) akan lebih jatuh pasca-Donald Trump yang berencana mengusulkan tarif sebesar 25 persen pada USD200 miliar dalam impor Tiongkok, bukan tarif sebesar 10 persen," tutur Analis Monex Investindo Futures Arie Nurhadi, dalam hasil risetnya, Jumat, 3 Agustus 2018.

Menurutnya, situasi ini diprediksi akan meningkatkan perselisihan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut. Perdagangan Jumat 3 Agustus 2018, saat tulisan ini disusun, pergerakan harga CPO sedang berada pada level 2.192 ringgit Malaysia.

Sementara perdagangan hari ini dibuka pada harga 2.285 ringgit Malaysia, sementara harga tinggi (high) tercatat berada di 2.194 ringgit Malaysia, dan harga rendah (low) di 2.179 ringgit Malaysia.

Komoditas CPO pada perdagangan Kamis 2 Agustus 2018 ditutup di harga 2.191 ringgit Malaysia, dengan histori pada hari perdagangan tersebut menyentuh harga rendah di 2.189 ringgit Malaysia, serta harga tinggi di 2.223 ringgit Malaysia.

CPO berjangka Malaysia jatuh pada penutupan perdagangan Kamis, menghentikan penguatan sejak awal pekan saat sentimen pelaku pasar diuji oleh pelemahan kedelai AS di bursa Chicago Board of Trade dengan adanya kekhawatiran perang perdagangan.

Harga acuan CPO kontrak untuk pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun sebesar satu persen, ditutup pada harga 2.191 ringgit Malaysia atau setara dengan USD537,80 per metrik ton.

Potensi adanya penguatan pada hari ini perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran 2.218 ringgit Malaysia (resistance 1), 2.228 ringgit Malaysia (resistance 2), dan 2.246 ringgit Malaysia (resistance 3).

Sementara perdagangan di hari ini juga terdapat potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga 2.185 ringgit Malaysia (support 1), 2.173 ringgit Malaysia (support 2), dan 2.165 ringgit Malaysia (support 3).


(AHL)


Menkeu Bicara Kesuksesan Penyelenggaraan Pertemuan IMF-WB

Menkeu Bicara Kesuksesan Penyelenggaraan Pertemuan IMF-WB

8 hours Ago

Pertemuan tahunan IMF-World Bank Group 2018 telah resmi ditutup pada Minggu (14/10/2018). Acara…

BERITA LAINNYA