Memanasnya Tensi Politik Buat Emas Naik Tajam

Angga Bratadharma    •    Kamis, 12 Apr 2018 12:00 WIB
harga emaskomoditas
Memanasnya Tensi Politik Buat Emas Naik Tajam
Ilustrasi (AFP PHOTO/MAHMUD HAMS)

Jakarta: Memanasnya tensi politik antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia terkait Suriah dan pesimisnya data inflasi AS telah memicu kenaikan tajam harga emas pada Rabu untuk berakhir naik satu persen di level USD1.353,28. Adapun harga saat penulisan yakni di posisi USD1.352,24.

Mengutip Monex Asian Market Brief milik Monex Investindo Futures, Kamis, 12 April 2018, optimistisnya the Fed mengenai pertumbuhan inflasi AS dan outlook kenaikan suku bunga berpotensi menekan harga emas menguji support USD1.348, selama tidak menembus resisten USD1.356. Dua level tersebut menjadi rentang potensial di sesi Asia.

Harga minyak membentuk level tertinggi baru 2018 menguat 1,8 persen di level USD66,74 pada Rabu setelah adanya laporan Arab Saudi (eksportir utama minyak) turut ikut dalam tensi geopolitik Timur Tengah. Harga saat penulisan: USD66,84.

Semakin meningkatnya tensi geopolitik yang terjadi di Timur Tengah berpotensi melanjutkan penguatan harga minyak mengincar resisten USD67,45 di sesi Asia. Sedangkan rentang harga potensial USD66,20-USD67,45.

Pidato Presiden ECB Mario Draghi yang optimis di Frankfurt terkait pertumbuhan ekonomi Zona Euro telah menjadi katalis positif EURUSD pada Rabu untuk berakhir naik 0,1 persen di level 1,2368. Pernyataan anggota ECB terkait penghapusan stimulus dan pernyataan optimistis Draghi berpotensi masih menjadi katalis positif EURUSD menguji resisten 1,2390.

Volatilitas yang terjadi membuat pergerakan GBPUSD berakhir sideways pada Rabu berakhir di level 1,4180 di tengah defisit perdagangan Inggris yang mengecil. Menantikan pernyataan Gubernur BoE, GBPUSD berpotensi lanjutkan penguatan menguji resisten 1,4210 selama tidak menembus support 1,4160.

Mendominasinya sentimen risk aversion karena konflik di Timur Tengah telah memicu penurunan USDJPY pada Rabu untuk ditutup turun 0,4 persen di level 106,79. USDJPY berpeluang turun menguji support 106,60, jika pidato Gubernur BoJ Kuroda dapat menopang penguatan mata uang yen. Rentang harga potensial di sesi Asia 106,60-106,95.

 


(ABD)