IMF Sebut Sistem Perdagangan Global Berisiko Dibongkar Akibat Proteksionisme

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 14 Apr 2018 12:02 WIB
imfekonomi dunia
IMF Sebut Sistem Perdagangan Global Berisiko Dibongkar Akibat Proteksionisme
Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (FOTO: AFP)

Hong Kong: Sistem perdagangan global yang telah mengubah dunia selama generasi terakhir berisiko dibongkar sepenuhnya di tengah perubahan agresif menuju proteksionisme. Dalam hal ini, keputusan Amerika Serikat (AS) terkait mengenakan tarif tinggi ke Tiongkok bisa memunculkan sebuah persoalan dari sisi perdagangan.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde mengatakan sistem aturan dan tanggung jawab bersama itu sekarang terancam hancur. Pernyataan tersebut mengacu pada tatanan perdagangan multilateral yang menurutnnya membantu membawa jutaan orang keluar dari kemiskinan.

"Ini akan menjadi kegagalan kebijakan kolektif yang tidak bisa dimaafkan," kata Lagarde, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 14 April 2018.

Rasa urgensi sang direktur berasal dari meningkatnya kekhawatiran perang dagang, yang didorong oleh langkah Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan tarif tinggi pada semua impor baja dan aluminium yang datang ke AS, yang dengan cepat dibalas Tiongkok dan banyak mitra dagang lainnya, termasuk Uni Eropa.



Sampai saat ini, dua ekonomi besar tersebut telah mengumumkan tarif perdagangan ratusan miliar dolar untuk ekspor satu sama lain, sebuah perselisihan besar yang para ahli katakan hanya akan melumpuhkan pertumbuhan dan membahayakan pekerjaan di dunia.

Meskipun langkah-langkah tersebut belum diberlakukan, pasar sangat sensitif terhadap perkembangan retorika perdagangan yang datang dari kedua negara. Para ekonom di Bank Sentral Eropa telah memperingatkan perubahan tarif global dapat menyebabkan kontraksi perdagangan dunia hingga tiga persen dan penurunan pertumbuhan global hingga satu persen.

"Pemerintah harus menghindari proteksionisme dalam segala bentuknya. Sejarah menunjukkan bahwa pembatasan impor merugikan semua orang, terutama konsumen yang lebih miskin," pungkas Lagarde.

 


(ABD)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

1 day Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA